Demo Mahasiswa di Surabaya Tuntut Papua Barat Merdeka Disorot Dunia

West Papuans Demand Independence at Indonesia Rally

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Demo Mahasiswa di Surabaya Tuntut Papua Barat Merdeka Disorot DuniaFoto: Associated Press/MailOnline

SEKITAR 300 pengunjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya bentrok dengan organisasi masyarakat (Ormas) setempat, Sabtu pagi, menjadi sorotan dunia setelah dimuat media asing, Associated Press.

Para demonstran di Surabaya meneriakkan "Papua Merdeka" dan menggelar spanduk menuntut referendum kemerdekaan untuk menandai 1 Desember, yang mereka nilai sebagai peringatan ulang tahun kemerdekaan Papua Barat.

"Kami menuntut kebenaran sejarah kami," seorang pembicara berteriak pada kerumunan massa, "Referendum untuk kemerdekaan adalah solusi yang tepat untuk rakyat Papua."

Para pengunjuk rasa, sebagian besar mengenakan ikat kepala dengan bendera bintang kejora sebagai simbol kelompok separatis, diblokir dari upaya menahan pengunjuk rasa menuju ke pusat kota oleh sejumlah pengunjuk rasa dari beberapa organisasi pemuda di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Beberapa orang mengkonfrontir para pengunjuk rasa pro-kemerdekaan membawa bambu runcing.

"Anda dapat menggalang untuk menyuarakan aspirasi Anda, tetapi jangan membawa isu separatis," kata seorang pembicara dari kelompok Ormas. "Papua adalah bagian dari Indonesia selamanya, dan kami bersedia mati untuk membela negara kesatuan Indonesia."

Anggota dari dua kubu saling mendorong, tetapi beberapa ratus polisi anti huru-hara mencegah kedua kelompok tersebut bentrok, kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Protes berakhir setelah sekitar dua jam. Tidak ada yang ditahan oleh polisi, katanya seperti dilansir MailOnline.

ABOUT 300 West Papuan demonstrators calling for independence for the restive Indonesian region faced off with counterprotesters Saturday in the country´s second-largest city.

The demonstrators in Surabaya chanted "Freedom Papua" and held banners demanding a referendum for independence to mark Dec. 1, which many West Papuans consider the anniversary of what they say should have been their independence.

"We are demanding the truth of our history," a speaker shouted at the crowd at the rally, which was organized by the Papua Students Alliance. "Referendum for independence is the right solution for the people of Papua."

The crowd, including many wearing headbands with the morning star flag as a separatist group symbol, was blocked from marching to the city center by scores of counterprotesters from several youth organizations in Surabaya, the capital of East Java province. Some confronted the pro-independence protesters with sharpened bamboos.

"You may rally to voice your aspiration, but don´t bring the separatist issue," said a speaker from the rival group. "Papua is a part of Indonesia forever, and we are willing to die to defend the unitary state of Indonesia."

Members of the two camps pushed each other, but several hundred anti-riot police prevented the two groups from clashing, said East Java police spokesman Frans Barung Mangera.

The protest ended after about two hours. No one was detained by police, Mangera said.