Pemerintah Bentuk Tim Teknis Pendirian Bank Koperasi, Amanat Deklarasi Makassar

Indonesian Govt Will Establish the Cooperative Bank as Makassar`s Recommendation

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pemerintah Bentuk Tim Teknis Pendirian Bank Koperasi, Amanat Deklarasi MakassarDeputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring (tengah) Foto: istimewa

Jakarta (B2B) - Kementerian Koperasi dan UKM akan membentuk tim teknis untuk menyusun langkah-langkah strategis mendirikan bank koperasi, salah satu dari 17 rekomendasi dari Kongres Koperasi III di Makassar, yang bertujuan mengatasi masalah permodalan usaha yang selama ini membelit koperasi di Indonesia, opsi modal awal adalah dukungan modal dari koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi kredit untuk membentuk bank baru, dan bukan mengambil alih kepemilikan saham di Bank Bukopin.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring mengatakan Kongres Koperasi III di Makassar telah mengeluarkan lima butir Deklarasi Makassar dan 17 rekomendasi, dan kementerian akan membentuk tim teknis untuk menyusun langkah-langkah nyata implementasi hasil kongres.

"Kami akan membuat matrix action terkait hal itu dalam waktu dekat ini, untuk mengaplikasikan 17 rekomendasi tersebut, salah satunya yang dianggap cukup strategis adalah usulan mengenai pendirian bank koperasi," kata Meliadi kepada pers akhir pekan lalu.

Menurutnya, bank koperasi didirikan untuk menjawab masalah permodalan usaha yang selama ini menjadi kendala utama pengembangan koperasi, seperti dulu kita punya bank khusus koperasi, Bank Bukopin. Namun usulan yang mengemuka adalah mendirikan bank baru dan bukan mengambil alih kepemilikan saham di Bank Bukopin.

"Mereka menyebutkan bahwa KSP-KSP akan berkolaborasi membentuk bank baru, karena itu kami bersama tim teknis dan Dekopin akan melakukan studi terkait hal itu. Pasalnya, mengimplementasikan 17 rekomendasi Makassar termasuk pendirian bank koperasi ada syarat-syaratnya," kata Meliadi.

Sementara Ketua Pelaksana Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko membenarkan pernyataan Meliadi Sembiring, dan pihaknya akan membentuk tim yang menyiapkan rancang bangun bank koperasi, untuk menjadi pedoman bagi gerakan koperasi mendirikan bank koperasi dengan modal dari KSP dan koperasi kredit di seluruh Indonesia.

Dia menambahkan, pendirian bank koperasi didukung modal dari gerakan koperasi kemudian seluruh tabungan koperasi ditempatkan pada satu bank yang akan menjadi mitra strategis Dekopin, pengelolaan bank dengan menunjuk para profesional untuk mengembangkan bank koperasi sesuai kebutuhan gerakan koperasi.

"Kami mengharapkan dukungan regulasi dan penguatan modal talangan dari pemerintah apabila dibutuhkan untuk mempercepat pendirian bank koperasi," kata Agung.

Jakarta (B2B) - The Indonesian Ministry of Cooperatives and SMEs will establish a technical team to develop strategic steps to establish cooperative banks, one of 17 recommendations from the III Cooperative Congress in Makassar overcome the cooperative business capital, the initial capital option of savings and loan cooperatives and a credit cooperatives and not by taking over ownership of shares in Bukopin Bank.

The Deputy Minister of Institutional Meliadi Sembiring the III Cooperative Congress in Makassar has issued five points of the Makassar Declaration and 17 recommendations, and the ministry will form a technical team to develop strategic steps to establish a cooperative bank.

"We immediately made a matrix of action related to Makassar's recommendation, the most strategic being the establishment of a cooperative bank," Mr Sembiring told the press.

According to him, the cooperative bank to answer the problem of business capital as the main obstacle of cooperative development in Indonesia, as before we have a cooperative bank, Bukopin Bank. But the option of establishing a bank, instead of taking ownership of shares in Bukopin Bank.

"They mentioned that savings and credit cooperatives will support the development of new bank, so the technical team and the Indonesian cooperative council will conduct a study for the implementation of 17 Makassar recommendations," Mr Sembiring said.

While the Chief Executive Indonesian Cooperative Council, Agung Sudjatmoko justify Meliadi Sembiring statement, technical team prepares the establishment of cooperative bank and the cooperative savings and loan and credit cooperatives across the country which supports the bank's initial capital.

The development of cooperative banks is supported by capital from the cooperative movement, then all the cooperative savings are placed in one bank which will become strategic partner of Indonesian Cooperative Council, and bank management by professionals.

"We expect regulatory support and capital support from the government if needed to accelerate the establishment of cooperative banks," Mr Sudjatmoko said.