Kebakaran di Jakarta Capai 155 Kasus pada Puasa hingga Lebaran

Jakarta`s 155 Fire Cases Recorded during Ramadhan to the Eid

Reporter : Roni Said
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kebakaran di Jakarta Capai 155 Kasus pada Puasa hingga LebaranFoto: istimewa

Jakarta (B2B) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1436 H terjadi 155 kasus kebakaran di Jakarta, dengan total kerugian sekitar Rp43,8 miliar. Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada 2014 dengan 79 kasus kebakaran.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Partimas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Abdul Chair‎ mengatakan kebakaran di seluruh wilayah DKI mencapai 155 kasus dengan total kerugian materi sekitar Rp 43,8 miliar.

"Pada periode yang sama tahun lalu, kebakaran di Ibu Kota hanya sebanyak 79 kasus dengan kerugian Rp15,6 miliar," kata Abdul Chair.

Menurutnya, kasus kebakaran 2015 lebih banyak karena tidak maksimalnya sosialisasi dari para stakeholder di tingkat kelurahan maupun di kecamatan. Padahal sosialisasi terhadap warga akan bahaya kebakaran ini harus tetap dilakukan agar mereka tidak lengah. ‎

"Dari hasil evaluasi memang karena kurangnya sosialisasi dari sub sektor di tingkat bawah," katanya lagi.

Atas dasar itu, ia berharap, kasus kebakaran di Jakarta yang semakin mengalami peningkatan bisa menjadi perhatian seluruh instansi terkait dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab. Terlebih, pencegahan dan penanganan kasus kebakaran telah diberikan ke masing-masing sektor.

‎"Harus ada sinergitas bersama. Misalnya di tingkat provinsi memberikan sosialisasi ke gedung-gedung bertingkat, suku dinas dan sub sektor di wilayah sosialisasi di kelurahan ataupun kecamatan," ungkapnya.

Jakarta (B2B) - The Section Head of the Empowerment and Public Participation for Jakarta Fire Handling and Rescue Department, Abdul Chair declared that the number of fire case in capital increased during Ramadhan until the Eid, evidently as much as 155 fire cases hit capital and have caused material loss worth 43.8 billion rupiahs.

"On the same period last year, number of fire cases in city merely 79 cases with total loss of 15.6 billion rupiahs," he said here on recently.

According to him, the increasing fire cases due to lack of socialization from stakeholder in urban village to sub-district level. Whereas socialization must be conducted intensively to resident to stay alert of fire threat.

He hoped based on that matter that all related institution concern about this case in conducting their responsibility and duty. Moreover, each sub-sectors had given the knowledge to prevent and handle fire case.

"Keep synergize each other. Socialization must be conducted from provincial level to story-buildings, sub-department and sub-sector in urban village/sub-district area," Mr Chair added.