Pekerja Pabrik Genteng Jatiwangi Lomba Binaraga Sambut HUT RI

Indonesian Tile Workers` Toned Torsos on Display for National Day

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Pekerja Pabrik Genteng Jatiwangi Lomba Binaraga Sambut HUT RIFoto: istimewa

LEBIH DARI 70 pekerja pabrik genteng mengikuti lomba binaraga untuk menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Sebelum lomba para peserta melumuri tubuh mereka dengan minyak sebelum naik ke gundukan batu untuk memperlihatkan tubuh kekar mereka, musik mengiringi aksi mereka melenturkan otot diikuti sorak-sorai dari penonton di Jatiwangi, desa sekitar 200 km di timur Jakarta.

Puncak perlombaan, yang dinilai oleh pemenang tahun lalu dan sejumlah wanita sebagai juri, dengan ketentuan dapat membawa sebanyak mungkin genteng yang bisa mereka bawa.

Pekerja pabrik genteng yang lazim disebut jebor mampu membentuk otot kekar sesuai tuntutan pekerjaan mereka, mengangkat dan menumpuk genteng di pabrik, Jatiwangi dikenal sebagai pusat pembuatan genteng.

"Saya kecil dan kurus saat mulai bekerja di pabrik genteng," kata salah seorang peserta, Yana Kusyana.

"Saya senang dengan penampilan saya sekarang, gadis-gadis menyukainya."

Pemenangnya, Oman, membawa pulang sebuah piala berbentuk lengan mengangkat genteng, dan hadiah uang tunai sebesar Rp2,5 juta rupiah.

"Saya berharap generasi berikutnya akan mampu mempertahankan tubuh mereka," kata Oman, yang hanya menggunakan satu nama, "karena tubuh kita adalah pemberian dari Tuhan."

Kompetisi serupa diadakan di seluruh Indonesia dalam perayaan tradisional hari kemerdekaan seperti dikutip Reuters yang dilansir MailOnline.

MORE THAN 70 roof tile factory workers in Indonesia participated in a bodybuilding contest on the island of Java to mark Independence Day on Thursday.

The men slapped oil on their bodies before strutting down a runway, flexing their muscles to music and cheers from other residents of Jatiwangi, a village about 200 km (124 miles) east of the capital, Jakarta.

The highlight of the competition, which was judged by last year's winner and a panel of women, featured the contestants picking up as many roof tiles as they could carry.

The men developed their muscles through the demands of their profession making, lifting and stacking roof tiles in the village, renowned in Indonesia for its tile products.

"I was small and thin when I started worked at the roof tile factory," said one contestant, Yana Kusyana.

"I'm happy with the way I look now, the girls love me."

The winner, Oman, took home a trophy in the shape of an arm lifting roof tiles, and a modest cash prize of 2.5 million rupiah ($187).

"I hope the next generation will maintain their bodies," said Oman, who uses only one name, "because our bodies are a gift from God."

Similar competitions are held across Indonesia in traditional celebrations of independence day. ($1=13,355.0000 rupiah)