Selingkuh Digital, Penyuluh Pertanian Jembrana Izin Istri Buat Akun Facebook

Indonesian Govt Socialization Data Verification of Farmers in Bali`s Jembrana

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Selingkuh Digital, Penyuluh Pertanian Jembrana Izin Istri Buat Akun Facebook
Kekhawatiran istri DMD - nama dirahasiakan untuk melindungi privasinya - tidaklah berlebihan k

Jembrana, Bali [B2B] - "Saya harus minta izin istri dulu untuk membuat akun Facebook, karena istri saya khawatir dipakai untuk selingkuh," kata seorang penyuluh dari BPP Jembrana di Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada Kamis siang [26/9].

Fakta mengejutkan sekaligus menggelikan dari penyuluh berinisial DMD terkuak pada kegiatan sosialisasi dan konsolidasi ´verifikasi dan validasi data´ Sistem  Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian [Simluhtan] yang diselenggarakan Kementerian Pertanian RI bersama Pemkab Jembrana.

"Cukup lama untuk meyakinkan istri saya agar diizinkan membuka akun Facebook," kata penyuluh senior di Jembrana.

Kekhawatiran istri DMD - nama dirahasiakan untuk melindungi privasinya - tidaklah berlebihan karena kerap terjadi ´selingkuh digital´ via media sosial [medsos] akhir-akhir ini setelah maraknya penggunaan medsos, yang awalnya untuk menunjang kegiatan sehari-hari kemudian disalahgunakan untuk kepentingan sesaat.

"Saya sarankan bapak penyuluh untuk memperlihatkan istri apabila update status, maupun LCS, maksudnya like, comment and share dari berita dan rilis tentang pertanian dari pusat maupun daerah. Saya jamin istrinya tidak bakal curiga apalagi cemburu," kata Septalina Pradini, Kasubbid Informasi dan Materi
Penyuluhan Pertanian di Pusluhtan BPPSDMP  Kementan yang memimpin kegiatan Verval Simluhtan di Jembrana.

Sementara I Wayan Ediana, Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan di Pusat Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP Kementan] memimpin kegiatan Verval Simluhtan di Kabupaten Klungkung.

Kabid Penyuluhan dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana, I Gde Martika W berpendapat sama bahwa ´kejujuran dan keterbukaan´ dengan istri atau suami dari penyuluh pertanian Jembrana yang dapat mencegah ´main mata di jagat maya´ atau layak disebut selingkuh digital oleh kalangan milenial.

Komitmen Jembrana
Seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Jembrana menyatakan siap memenuhi target Verval Simluhtan yang ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan - terhitung 24 September hingga 16 Oktober 2019 - diapresiasi oleh Kasubbid Septalina Pradini.

Septalina P menegaskan bahwa kesanggupan penyuluh Jembrana membuktikan komitmen para ´pendamping dan pengawal petani´ untuk mendukung Big Data Pertanian sebagai bagian dari ´Satu Data Indonesia´ yang diinstruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo harus tuntas di 34 provinsi pada 2020.

"Ini bukan kemauan Kementan, tapi adalah instruksi Presiden RI Joko Widodo melalui Peraturan Presiden RI Nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No 16/2013 tentang Simluhtan," katanya.

Kementan di bawah koordinasi Pusluhtan BPPSDMP Kementan melakukan koordinasi tingkat provinsi di Denpasar, Senin [23/9] dilanjutkan konsolidasi tingkat kabupaten dan kota berawal dari Badung dan Kota Denpasar berlangsung simultan dengan Buleleng [24/9]. Tabanan simultan dengan Bangli pada Rabu [25/9] dilanjutkan Jembrana dan Klungkung, Kamis [26/9] diakhiri di Gianyar dan Karangasem pada Jumat [27/9].

Septalina mengingatkan bahwa Verval Data Simluhtan di Tabanan dilakukan penyuluh pertanian mulai 24 September hingga 16 Oktober 2019, jadwal yang sama dilakukan oleh Admin di tiap balai penyuluhan pertanian [BPP] di tingkat kecamatan melakukan upload Simluhtan.

Sementara validasi data, evaluasi hasil dan penyusunan laporan per kabupaten oleh Tim Verval Pusluhtan didukung pemerintah kabupaten dan provinsi pada 16 Oktober 2019.

"Pengumpulan data Simluhtan untuk membangun database pertanian sangat membantu pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, khususnya data petani di seluruh Bali," kata I Gde Martika.

Jembrana of Bali [B2B] - At least 57 Indonesian agricultural extensionist and representatives of the agriculture service office in Jembrana district of Bali province participate in the ´verification and validation´ activity was initiated by the Agricultural Extension Center of Indonesian Agriculture Ministry. The purpose of verification and validation is to complete the residence number of farmers who join the farmer groups as a database of Agricultural Extension Management Information System [Simluhtan], according to the senior official of the agriculture ministry.