Aman Terkendali, Pasokan dan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Indonesia Prepares Food Supply for Christmas and New Year 2018

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Aman Terkendali, Pasokan dan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru PANTAU PASOKAN: Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi (jaket coklat) memantau pasokan beras di Toko Tani Indonesia (TTI) hadapi kebutuhan pangan Natal dan Tahun Baru 2018 (Foto: Humas BKP Kementan/Eddie Suntoro)

Jakarta (B2B) - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI memastikan pasokan dan harga pangan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2018 aman dan terkendali, dan tim dari BKP Kementan telah memantau ketersediaan pasokan dan antisipasi gejolak harga pangan dari hari ke hari hingga 31 Desember 2017.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa berdasarkan prognosa kebutuhan 11 komoditas pangan strategis pada November dan Desember mencukupi kecuali daging sapi, yang harus diakui masih minus, namun pemerintah terus berupaya menambah pasokan daging sapi.

"Insya Allah semuanya aman. Masyarakat tidak  perlu khawatir terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Agung Hendriadi melalui pernyataan tertulis hari ini (4/12).

Dia mengelaborasi pasokan bahan pokok seperti produksi beras pada November mencapai 2,6 juta ton sementara konsumsinya 2,3 juta ton atau surplus 300.000 ton. Produksi beras Desember diperkirakan 2,51 juta ton dan konsumsi 2,50 juta ton (surplus 10.000 ton).

Produksi bawang merah November 103.000 ton, konsumsi 93.000 ton (surplus 10.000 ton), produksi Desember  107.000 ton dan konsumsi 99.000 ton (surplus 8.000 ton).

Produksi cabai rawit November mencapai 78.000 ton, konsumsi 72.000 ton (surplus 6.000 ton), produksi Desember 80.000 ton dan konsumsi 73.000 ton (surplus 7.000 ton).

Produksi jagung November mencapai 1,49 juta ton, konsumsi 1,46 juta ton (surplus 30.000 ton), produksi Desember 1,47 juta ton dan konsumsi 1,43 juta ton (40.000 ton).

Dia mengakui khusus daging sapi masih minus produksinya, untuk pasokan November mencapai 31.000 ton dan kebutuhan 49.000 ton atau kurang 18.000 ton. Begitu pula pasokan Desember hanya 32.000 ton dari kebutuhan 50.000 ton, sehingga pemerintah menempuh langkah impor daging sapi sekitar 50.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

Jakarta (B2B) - The Food Security agency of Indonesian agriculture ministry, or the BKP ensures supply and staple food prices ahead of Christmas and New Year 2018 are safe and under control, and special team has monitored supply and anticipation of food price fluctuations from day to day until December 31, 2017, according to senio official.

Director General of the BKP, Agung Hendriadi said referring  prognosis of 11 strategic food commodity needs in November, and December is sufficient except for beef, however, the government seeks to increase the supply of beef.

"God willing all safe. Consumers do not need to worry about supply and price of basic commodities ahead of Christmas and New Year," said Mr Hendriadi here today (December 4).

e elaborated November's rice production to 2.6 million tons while consumption of 2.3 million tons or a surplus of 300,000 tons. Rice production in December estimated 2.51 million tonnes and consumption of 2.50 million tonnes (surplus of 10,000 tons).

Shallot production in November 103,000 tons, consumption 93,000 tons (surplus 10,000 tons), December production 107,000 tons and consumption 99,000 tons (surplus 8,000 tons).

Chilli pepper production in November 78,000 tons, consumption of 72,000 tons (surplus 6,000 tons), production of December 80,000 tons and consumption of 73,000 tons (surplus 7,000 tons).

Corn production in November 1.49 million tons, consumption of 1.46 million tons (surplus 30,000 tons), December production of 1.47 million tons and consumption of 1.43 million tons (40,000 tons).

He acknowledged the beef still minus, supply of 31,000 tons of November and the needs 49,000 tons or minus 18,000 tons. Similarly, December supply is only 32,000 tons of consumer needs of 50,000 tons, so the government imports 50,000 tons for Christmas and New Year.