Kapuas Hulu Apresiasi Dukungan Pendampingan Mahasiswa Polbangtan YoMa

Indonesian Agricultural Vocational Students Support Development in West Borneo

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kapuas Hulu Apresiasi Dukungan Pendampingan Mahasiswa Polbangtan YoMa
SEMESTER AKHIR: Wakil Direktur II Polbangtan YoMa, drh Yudiana Rina Kusumawati menyerahkan cendera mata pada Panus L, penanggung jawab kegiatan pendampingan mahasiswa di perbatasan [Foto: Humas]

Kapuas Hulu, Kalbar [B2B] - Masyarakat Batang Lupar dan Badau serta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu di Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi kegiatan pendampingan 10 mahasiswa Polbangtan YoMa selama satu bulan, yang berhasil mengubah pola pikir dan kebiasaan sebagai wujud dari kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat perbatasan, dan harus kembali ke kampus untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebagai mahasiswa tingkat akhir.

"Kami mengharapkan setelah kegiatan pendampingan mahasiswa Polbangtan YoMa dapat kembali lagi ke perbatasan, dalam rangka tugas akhir bahkan mengabdi kembali ke desa binaan sebagai tenaga teknis pertanian dan peternakan," kata Panus L, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kapuas Hulu saat penyerahan kembali kepada Wakil Direktur II Polbangtan YoMa, drh Yudiana Rina Kusumawati mewakili Direktur Dr Rajiman di Kapuas Hulu, Selasa [13/8].

Panus L mewakili Abdurrasyid selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kapuas Hulu mengaku 'berat hati' menyerahkan lima mahasiswa semester enam jurusan pertanian di Kecamatan Batang Lupar, sementara lima mahasiswa semester empat jurusan peternakan di Kecamatan Badau, yang serentak ditarik dari kegiatan pengabdian/pendampingan komoditas strategis pertanian di wilayah perbatasan untuk kembali ke civitas academica Polbangtan YoMa.

"Kegiatan pendampingan sangat bermanfaat dalam mengubah pola pikir dan budaya masyarakat terutama di perbatasan. Kami harap setelah pendampingan ada tindak lanjut dari Polbangtan YoMa untuk tugas akhir di wilayah yang sama sebagai bukti pengabdian dan pemberdayaan masyarakat perbatasan," kata Panus L selaku Penanggung Jawab Pendampingan Mahasiswa Polbangtan YoMa di Kapuas Hulu.

Wakil Direktur II drh Yudiana RK menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan dan kabupaten apabila selama kegiatan pendampingan, mahasiswa membuat kesalahan dan kekhilafan di lapangan, mengingat peran mereka sebagai mahasiswa tugas akhir tengah menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di kampus.

Dampak Positif
Camat Batang Lupar, Ilhamsyah Ugen mengakui dampak positif bagi warganya, khususnya petani dan berharap ke depan, kegiatan pendampingan diperpanjang menjadi tiga bulan kalau perlu enam bulan lantaran besarnya manfaat yang dirasakan warga dan petani setempat dari kehadiran mahasiswa Polbangtan YoMa.

"Hal ini sesuai arahan dari Bupati AM Nasir yang sangat mengharapkan setelah lulus kuliah maka lulusan Polbangtan YoMa kembali ke Batang Lupar untuk menjadi tenaga teknis pertanian," kata Camat Ilhamsyah Ugen.

Dia pun menguraikan tentang beban kerja dan tanggung jawab Sadikin selaku penyuluh pertanian lapangan [PPL] di Batang Lupar mengatasi kendala atas minimnya tenaga kerja pertanian, sehingga membutuhkan tambahan bantuan fikiran dan tenaga untuk mengembangkan potensi pertanian Kapuas Hulu khususnya di Batang Lupar.

"Perlu komitmen dan upaya keras untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pertanian, agar kembali menjadi idola bahkan pekerjaan elit di negara agraris ini dengan tenaga teknis yang berkualitas. Harapan kami adalah dari lulusan atau alumni dari Polbangtan YoMa," katanya.

Kelima mahasiswa dari program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan disebar pada tiga desa di Kecamatan Batang Lupar: Faiez Fajar Prasetyo, 22, dan Sofyan Nur Rohman, 23, di Desa Mensiau; Ardianto, 21 di Desa Sungai Abau; Friday El Farhan, 21, dan Ari Novianto, 21, di Desa Labian. [Asnuri]

Kapuas Hulu of West Borneo [B2B] - Indonesian´s Vocational College of Agriculture in Yogyakarta, Polbangtan YoMa sent five selected students of semester six, to support the ´Agricultural Strategic Commodity Assistance´ activity in Kapuas Hulu district of West Borneo province for one month, until 15 August in Mensiau village of Batang Lupar district. The purpose of student service activities for communities in the border region, especially agricultural extension activities.