Korporasi Petani, Pusluhtan Kementan Visualisasi Potensi KEP di Lampung


Korporasi Petani, Pusluhtan Kementan Visualisasi Potensi KEP di Lampung

 

KELEMBAGAAN ekonomi petani disingkat KEP tentunya tidak asing bagi komunitas pertanian, namun kalangan awam tidak banyak mengetahui KEP, yang kini dikembangkan menjadi Korporasi Petani sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo. Hal itu mendorong Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) pada Badan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Kementerian Pertanian RI melakukan visualisasi dalam bentuk features video pada tiga KEP berprestasi di Provinsi Lampung, dan akan ditayangkan di TVRI Nasional dalam waktu dekat.

"Tidak bisa lagi kita biarkan petani ini berjalan sendiri. Harus ada yang mendampingi. Harus ada yang mengawal. Harus ada sebuah manajemen yang modern yang mendampingi mereka, kalau skala ekonominya sudah besar. Kita harus meng-korporasi-kan petani. Petani ini, kalau sudah clustering-nya dapat, kemudian tahapan berikutnya di-korporasi-kan," instruksi Jokowi saat membuka Rakernas Kementan di Jakarta, 8 Januari 2017.

Instruksi Presiden Jokowi merupakan ´benang merah´ dari kegiatan penyuluhan pertanian sebagai bagian dari komunikasi pertanian. Penyuluhan pertanian menitikberatkan pada aspek kegiatan pendidikan pada petani yang dalam praktiknya juga bertujuan mendorong replikasi, peniruan, pembujukan, dan propaganda.

Dari sekian banyak metode, Pusluhtan memilih televisi siaran sebagai media menyampaikan materi penyuluhan dengan baik sehingga dapat memberi pencerahan bagi setiap sikap yang diambil petani guna mengembangkan usaha taninya. TVRI Nasional dipilih lantaran stasiun televisi pertama di negeri ini dikenal dengan jangkauan terluas, dan dikenal luas oleh petani sejak berdiri pada 24 Agustus 1962.

Televisi merupakan salah satu saluran komunikasi yang relatif populer. Penyampaian informasi melalui siaran televisi tergolong efektif menambah wawasan serta diyakini dapat mempengaruhi sikap khalayak.

Melalui siaran televisi, kegiatan penyuluhan pertanian tidak harus dihadiri langsung oleh penyuluh dan petani dalam kegiatan penyampaian materi penyuluhan. Dalam hal ini, materi penyuluhan dapat disisipkan pada acara hiburan yang digemari oleh petani atau bisa juga ditampilkan secara utuh sebagai materi penyuluhan pertanian.

Visualisasi melalui televisi kerap dilakukan oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman seperti pada Pembukaan Hari Pangan Sedunia - HPS ke-38 di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel yang disiarkan langsung oleh TVRI Nasional pada Kamis (18/10) yang dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Susatyo dan Menko Perekonomian Darmin Nasution. Turut hadir Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono dan Kepala Pusluhtan BPPSDMP Kementan, Siti Munifah.

Seperti disebutkan di atas, Korporasi Petani menjadi kebijakan utama Pemerintah RI sebagai kunci sukses pembangunan pertanian nasional, dengan mengembangkan kemampuan SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani dengan KEP melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB), Koperasi dan Perseroan Terbatas (PT), merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani sendiri secara profesional di sektor pertanian.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pusluhtan di BPPSDMP Kementan, Zahron Helmy mengerahkan tim features video ke Provinsi Lampung dipimpin oleh Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Septalina Pradini; dan Kasubbid Pemberdayaan Kelembagaan Petani, Yoyon Haryanto.

Tim visualisasi dari Pusluhtan BPPSDMP didukung kamerawan andal TVRI bergerak ke Lampung sejak Minggu (21/10) untuk melakukan visualisasi selama tiga hari di tiga kabupaten: Lampung Selatan pada Senin (22/10), Lampung Timur (Selasa, 23/10) dan hari ini di Lampung Tengah (Rabu, 24/10).

Kegiatan pengambilan gambar disambut antusias oleh para pengurus KEP, para petani, dan warga setempat. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten dengan memantau langsung di lokasi.  Begitu pula dengan camat, lurah, Kapolsek dan Babinsa setempat ikut mendampingi pengambilan gambar di lokasi.

Bahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Lampung Edi Yanto turut hadir dan ikut ambil bagian sebagai ´cameo´ alias memerankan dirinya sendiri memimpin kegiatan panen nanas hasil produksi PT Agro Nenas Cipta Sejahtera di Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur pada kegiatan syuting hari terakhir, Rabu (24/10).

Kegiatan usaha ´korporasi petani´ yang dipantau adalah UPJA Centra Tani di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan.

Syuting hari kedua dipusatkan pada Gapoktan Fajar Maju di Kabupaten Lampung Timur disertai penyuluh pendamping Surajiman di Desa Raman Utara, Kecamatan Raman Utara.

Syuting terakhir di Badan Usaha Milik Petani atau BUMP PT Agro Nenas Cipta Sejahtera di Kabupaten Lampung Tengah yang berlangsung Rabu (24/10) di Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur disertai penyuluh pendamping Petrus Widiasongko.

Kegiatan usahatani utama adalah produksi buah nenas dari lahan 12 ha yang dipasarkan ke seluruh Indonesia, produksi beras organik rata-rata satu ton per bulan, dan produksi pupuk organik 15 ton per bulan. (Advertorial)

 

Disclaimer : B2B adalah bilingual News, dan opini tanpa terjemahan inggris karena bukan tergolong berita melainkan pendapat mewakili individu dan/atau institusi. Setiap opini menjadi tanggung jawab Penulis