Maskapai Australia Kembali Beroperasi setelah Erupsi Gunung Agung

Aussies Grounded after Bali Volcano Erupts

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Maskapai Australia Kembali Beroperasi setelah Erupsi Gunung AgungFoto: community.infinite-flight.com

MASKAPAI penerbangan Australia kembali melanjutkan layanan penerbangan dari dan ke Bali setelah abu dari erupsi Gunung Agung menganggu operasi penerbangan pada Jumat.

Ribuan warga Australia harus menunda keberangkatan ke Bali, namun kemudian Virgin Australia dan Jetstar kembali dapat melanjutkan jadwal penerbangan normal setelah Bandara Denpasar dibuka kembali.

Kondisi penerbangan telah membaik dan untuk mengatasi lonjakan jumlah penumpang akibat penundaan jadwal maka maskapai menambah armadanya, seperti diumumkan pihak maskapai pada Sabtu pagi.

Peringatan masih tetap berlaku, mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

"Aktivitas gunung berapi tidak dapat diprediksi, jadi harap perhatikan bahwa kondisi dapat berubah dengan cepat," kata Jetstar dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan lebih dari 8.300 penumpang di seluruh dunia telah terpengaruh.

Badan pengendalian erupsi vulkanik di Darwin mengatakan angin bisa membawa abu barat daya menuju bandara internasional Bali dan di Jawa - pulau yang paling padat penduduknya di Indonesia.

Gunung Agung berjarak sekitar 70 kilometer timur laut dari hotspot wisata utama di Pantai Kuta.

Letusan besar terakhir terjadi pada 1963 dan menewaskan sekitar 1.200 orang.

Aktivitas di gunung berapi itu meningkat pada 2017 dan memaksa evakuasi puluhan ribu orang.

Indonesia, sebuah negara kepulauan berpenduduk lebih dari 250 juta orang, duduk di "lingkaran api" Pasifik dan rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi. Para ahli seismologi pemerintah setempat memantau lebih dari 120 gunung berapi aktif seperti dikutip Australian Associated Press yang dilansir MailOnline.

FLIGHTS have resumed for holidaymakers travelling to and from Bali after ash from Indonesia´s Mount Agung disrupted operations on Friday.

Thousands of Australians had put their dreams of a Bali holiday on hold, but Virgin Australia and Jetstar have been able to resume normal flight schedules after Denpasar Airport reopened.

Flying conditions have improved and in some cases relief flights have been added to normal schedules, the airlines announced on Saturday morning.

Warnings still remain in place, lest the weather conditions change.

"Volcanic activity is unpredictable, so please be aware that conditions can change rapidly," Jetstar said in a statement on Saturday morning.

Indonesia´s disaster mitigation agency said more than 8300 passengers worldwide had been affected.

The regional volcanic ash advisory centre in Darwin said winds could carry the ash southwest toward Bali´s international airport and Java - Indonesia´s most densely-populated island.

Mount Agung is about 70 kilometres northeast of Bali tourist hotspot Kuta.

Its last major eruption was in 1963 and killed about 1200 people.

Activity at the volcano was high in 2017 and forced the evacuation of tens of thousands of people.

Indonesia, an archipelago of more than 250 million people, sits on the Pacific "ring of fire" and is prone to earthquakes and volcanic eruptions. Local government seismologists monitor more than 120 active volcanoes.