Pengungsi Gunung Agung di Luar Zona Bahaya Diminta Pulang

Bali Volcano Evacuees Outside Danger Zone Told to Go Home

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi


Pengungsi Gunung Agung di Luar Zona Bahaya Diminta Pulang Foto: AFP/MailOnline

LEBIH DARI 144.000 orang telah dievakuasi dari lereng gunung berapi yang terus bergemuruh di Bali, kendati begitu otoritas setempat pada Sabtu meminta pengungsi yang tinggal di luar zona bahaya untuk kembali ke rumah.

Gunung Agung, yang berada 75 kilometer dari pusat wisata Pantai Kuta, terus erupsi sejak Agustus, yang dikhawatirkan kembali meletus setelah 1963 dan memicu tingkat kewaspadaan tertinggi sejak delapan hari lalu.

Namun otoritas setempat menegaskan bahwa jumlah pengungsi terus meningkat, dan hanya warga yang tinggal dalam jarak sembilan kilometer dari kawah yang harus tetap bertahan di tempat penampungan sementara atau tinggal sementara di tempat kerabat.

"Tidak ada alasan bagi orang-orang yang tinggal di zona aman untuk mengungsi. Mereka perlu kembali ke desa mereka karena mereka akan menjadi beban," kata Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Hanya 70.000 warga yang tinggal di dalam radius sembilan kilometer yang terkena dampak aktivitas gunung berapi Gunung Agung, yang berarti lebih dari separuh pengungsi dapat kembali ke rumah mereka, kata pemerintah daerah.

"Hanya warga dari 27 desa yang harus dievakuasi, selebihnya bisa pulang, mereka bisa pulang sendiri atau dengan bantuan pemerintah," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Aktivitas Gunung Agung tetap tinggi namun stabil, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia. Ada kurang dari 200 tremor antara tengah malam hingga pukul enam pagi pada Sabtu - sedikit di bawah tingkat aktivitas seismik yang diamati pada Rabu dan Kamis, katanya.

Indonesia berada di Pasifik 'Ring of Fire' dimana lempeng tektonik bertabrakan, menyebabkan aktivitas seismik dan gunung berapi kerap terjadi.

Pada 2010, Gunung Merapi di Pulau Jaya meletus setelah bergemuruh sejak 2006, sedangkan Gunung Sinabung di pulau Sumatera - yang saat ini juga berada pada tingkat siaga tertinggi - telah aktif sejak 2013.

"Tidak ada tanda-tanda visual bahwa Gunung Agung akan segera meletus Jadi jangan takut untuk datang ke Bali, itu masih aman Dan jika gunung meletus, masih aman asalkan orang-orang keluar dari zona berbahaya," Kata Sutopo seperti dikutip AFP yang dilansir MailOnline.

MORE THAN 144,000 people have fled from a rumbling volcano on popular tourist island Bali, but officials Saturday urged evacuees who live outside the immediate danger zone to return home.

Mount Agung, 75 kilometres (47 miles) from the tourist hub of Kuta, has been shaking since August, causing fears it could erupt for the first time since 1963 and triggering the highest possible alert level eight days ago.

But officials say the number of evacuees has grown too high, and only people who live within nine kilometres of the crater should remain in temporary shelters or with friends and relatives further afield.

"There is no reason for people who live in the safe zone to evacuate. They need to go back to their village because they will become a burden," Bali's governor I Made Mangku Pastika said.

Only 70,000 people live within the nine-kilometre radius affected by Mount Agung's volcanic activity, meaning more than half of the evacuees can return to their houses, the government said.

"Only people from 27 villages must evacuate. The rest can go home. They can either go home independently or with the help of the government," said national disaster mitigation agency spokesman Sutopo Purwo Nugroho.

The activity of Mount Agung remains high but stable, said the Indonesian Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation. There were fewer than 200 tremors between midnight and 6am on Saturday -- slightly below the level of seismic activity observed Wednesday and Thursday, it said.

Indonesia sits on the Pacific "Ring of Fire" where tectonic plates collide, causing frequent seismic and volcanic activity.

In 2010, Mount Merapi on the island of Jaya erupted after rumbling since 2006, while Mount Sinabung on Sumatra island -- which is currently also on the highest alert level -- has been active since 2013.

"There are no visual signs yet that Mount Agung will erupt soon. So don't be afraid to come to Bali, it's still safe. And if the mountain erupts, it's still safe as long as people stay out of the dangerous zone," Nugroho said.