#Serasi Kalsel, Pusluhtan BPPSDMP Dorong Petani Bentuk KUB

Farmers´ Corporations Key Success Indonesia`s Swampland Development in Borneo

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


#Serasi Kalsel, Pusluhtan BPPSDMP Dorong Petani Bentuk KUB
SOSIALISASI KUB: Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan, Zahron Helmy memimpin kegiatan sosialisasi pengembangan KUB di target program #Serasi di Kalsel (Foto2: Humas Pusluhtan/Purwanto)

Banjar, Kalsel (B2B) - Sehari setelah Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau proyek percontohan program #Serasi di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (18/9), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bergerak cepat mendorong petani di Kecamatan Sungai Tabuk mengembangkan kelompok usaha bersama (KUB) di kawasan proyek percontohan pengembangan padi lahan rawa pasang surut/lebak dari program ´Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani´ disingkat #Serasi.

Guna merumuskan bentuk kelembagaan petani yang efektif, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) di BPPSDMP Kementerian Pertanian RI mengadakan sosialisasi di dua desa, Tanjau Landung dan Keliling Banteng Ilir dan selanjutnya desa-desa lain dari target program #Serasi di Kalsel.

Kegiatan sosialisasi Pusluhtan dipimpin oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Zahron Helmy di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Tabuk, dengan melibatkan ketua Poktan dan Gapoktan, penyuluh pertanian, kepala desa setempat, pengelola unit pelayanan jasa Alsintan (UPJA), pejabat dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten, pimpinan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balitrawa), SMKPP Banjarbaru dan BBPP Binuang.

"Pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi untuk menunjang kesejahteraan petani lahan rawa berbasis koperasi yang dikorporasikan melalui #Serasi sangat penting, agar lahan dan modal tidak dimiliki oleh segelintir orang, dan petani hanya menjadi penonton," kata Zahron Helmy.

Prof Masganti dari Balitrawa menekankan pentingnya penyamaan persepsi kepada Poktan dan Gapoktan bahwa korporasi hanya merupakan penggabungan pengelolaan usaha, dan bukan penggabungan kepemilikan lahan.

Menurut Zahron H, beberapa poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah menggabungkan Poktan/Gapoktan, koperasi, BUMDes, UPJA di beberapa desa untuk melakukan pengelolaan manajemen korporasi dalam bentuk enam KUB. Kelak KUB merupakan penggabungan beberapa kelembagaan petani di beberapa desa di sekitar lokasi dengan luas lahan 1.000 hingga 1.500 hektar.

"Susunan kepengurusan KUB terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara yang diperkuat oleh divisi teknis meliputi seksi Alsintan, Saprodi, dan paska panen. Sementara divisi bisnis didukung seksi permodalan, pengolahan, dan pemasaran," kata Zahron H yang didampingi Kasubbid Kelembagaan Petani, Yoyon Haryanto dan empat petugas dari Pusluhtan.

Yoyon H menambahkan divisi bisnis dan teknis akan menyusun perencanaan dari hulu sampai hilir, sehingga diharapkan dapat menjadi cikal bakal manajer KUB yang dapat berhubungan langsung dengan offtaker. Manajer KUB bisa ditunjuk dari Poktan/Gapoktan, pergurus desa atau pihak luar yang memiliki kemampuan manajerial dalam jejaring dan kemitraan serta andal mengelola unit bisnis.

"Dalam melakukan proses produksi dan pengembangan unit bisnis baik jejaring dan kemitraan, KUB di bawah koordinasi camat dan kepala desa," kata Yoyon H. (SriM)

Banjar of South Borneo (B2B) - A day after Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman reviewed the pilot project #Serasi in Banjar regency of South Borneo province, Tuesday (December 18), the Directorate General of Extention and Agricultural Human Resource Development or BPPSDMP invite farmers of Sungai Tabuk county developing joint business groups or the KUB on pilot projects of swamp rice development through the swampland use program for agriculture´ or the #Serasi.

To form an effective farmer institution, Extention Agricultural Center or the Pusluhtan in the ministry´s BPPSDMP held socialization in two villages, Tanjau Landung and around Banteng Ilir and then other villages of the target #Serasi program in South Borneo.

The socialization activity was led by Head of Agricultural Extension Organizer, Zahron Helmy at the Tabuk Agricultural Extension Center involving the heads of farmer groups, agricultural extension officers, local village heads, agricultural machinery rental managers, officials from the provincial and district agricultural offices, and stakeholders of the agricultural sector.

"Development of farmer institutions and economic institutions to support the welfare of farmers in the #Serasi program area is very important so that the land and capital are not owned by the owners of capital, and farmers get nothing," Mr Helmy said.

He stressed the importance of equating the perception that corporations are a combination of business management, and not a combination of land ownership.

According to Mr Helmy, several important points agreed upon at the meeting is combining farmer groups, cooperatives, village-owned enterprises, agricultural machinery rentals in several villages to manage corporate management in the form of six KUB. The KUB then became a merger of several farmer institutions of several villages around the site with a land area of 1,000 to 1,500 hectares.

"The management of the KUB consists of the chairman, secretary and treasurer who are supported by the technical and business division," said Mr Helmy who was accompanied by Head of Sub-Section for Farmer Institution, Yoyon Haryanto.

Mr Haryanto said business and technical divisions will arrange planning from upstream to downstream, so that they can become prospective KUB managers who can deal directly with offtakers. The KUB manager can be appointed from the head of a farmer group, village apparatus, or an outsider who has managerial capabilities.

"In the process of production and development business unit, the KUB is under the coordination of the county head and village head," he said. (PurW)