Fokus BPP, SYL Harap Dukungan Mantan Mentan dan Pejabat Senior Kementan

Indonesia`s Agriculture Minister Reunites with Former Ministers and Senior Officials

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Fokus BPP, SYL Harap Dukungan Mantan Mentan dan Pejabat Senior Kementan
REUNI MANTAN: Mentan SYL menjalin silaturahim dengan para mantan Mentan di antaranya Sjarifuddin Baharsjah dan Justika Baharsyah; Bungaran Saragih; Suswono dan Wamentan Rusman Heriawan [Foto2: Biro Humas]

Jakarta [B2B] - Setelah hadir pada serah terima jabatan [Sertijab] kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] periode 2019 - 2024, Jumat pekan lalu [25/10], sejumlah mantan menteri dan wakil menteri pertanian serta pejabat eselon satu kembali hadir di kantor pusat Kementerian Pertanian RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan memenuhi undangan silaturahim dan diskusi dengan SYL, untuk mendukung pembangunan sektor pertanian lima tahun ke depan, dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian berbasis kecamatan.

Mentan SYL meminta izin dan dukungan para mantan menteri dan wakil menteri pertanian era sebelumnya untuk memajukan pertanian Indonesia. SYL ingin agar mereka berbagi ilmu dan pengalaman terkait sektor pertanian selama mereka menjabat.

“Ini bagian dari silaturahim, saya mohon izin untuk memimpin kementerian ini. Saya berharap dukungan dan bantuan para orang hebat di bidang pertanian pada masanya, dan saya berharap kehadiran mereka yang akan terus bersama saya, membantu saya dalam memecahkan banyak masalah pertanian," kata SYL, mantan Gubernur Sulsel dua periode [2008 - 2018] peraih 244 penghargaan.

Mentan SYL menegaskan akan belajar dari para mantan menteri, bahkan ikhlas untuk dikoreksi maupun kritik dan saran dalam pengelolaan pertanian. Pasalnya, sebuah negara akan kuat apabila pertaniannya juga kuat, sehingga fungsi kementerian sangat luar biasa dengan kompleksitas dan dinamika yang berkembang sangat cepat.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama dan banyak cara-cara baru yang harus kita pelajari karena kemajuan teknologi sangat cepat. Kompleksitas masalah yang besar membuat sentralisasi strategi tidak harus di Jakarta, karena Kementan tidak bisa bekerja sendiri dan harus bermitra dengan yang lain.

“Kementan membutuhkan kemitraan dan sinergi dengan kementerian lain, dengan para gubernur, para bupati bahkan sampai di lapangan harus bermitra dengan para camat dan para kepala desa maupun lurah," kata SYL yang mengawali karier birokrat sebagai Lurah Bontolangkasa di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa selama sembilan bulan sebelum menjadi camat selama empat tahun.

Tampak hadir Mentan Sjarifuddin Baharsjah dan Justika Baharsyah [era Soeharto]; Bungaran Saragih [era Megawati]; Suswono [era SBY] sementara Amran Sulaiman [periode pertama Joko Widodo] tidak hadir.

Pengembangan Kostra Tani bertujuan memperkuat peran BPP sebagai pusat koordinasi penyuluh. "Penyuluh itu adalah otaknya rakyat. Manajemen hatinya rakyat yang selalu mendampingi petani, dan mereka akan menjadi Kopassus-nya pertanian," kata SYL.

Penyuluh dan Kostra Tani
Mentan SYL menegaskan akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian pada tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, melalui War Room di kantor pusat Kementan dengan mengembangkan Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian [Kostra Tani] dalam 100 hari pertama, sementara pengendalian dan operasional di tingkat lapangan dipusatkan di kecamatan di seluruh Indonesia melalui revitalisasi balai penyuluhan ertanian [BPP] didukung penyuluh pertanian sebagai pendamping petani dan pengawalan oleh TNI AD dan Polri.

Mentan periode 1992 - 1997, Sjarifuddin Baharsjah mengatakan apabila kemampuan lokal dan kemampuan petani, bersama dengan peneliti tanpa banyak campur tangan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

“Sebaiknya kita mengapresiasi kemampuan petani kita, tidak perlu diributkan dengan aneka peraturan dan subsidinya tidak efektif."

Mentan periode 2000 - 2004, Bungaran Saragih mengapresiasi seluruh rangkaian tatap muka dan silaturahmi ini. Kata dia, komunikasi yang dibangun sangat bagus untuk perkembangan dan pembangunan pertanian ke depan.

"Pembangunan pertanian penting, bagaimana mengikutsertakan institusi lain untuk membangun pertanian seperti kementerian PUPR, kementerian perindustrian, kementrian perdagangan dan kementerian lainnya," kata Bungaran Saragih.

Mentan periode 2009 - 2014, Suswono menyoroti tentang pembangunan sektor pertanian bukan hanya tanggung jawab Kementan, tapi juga lintas sektor.

“Saya kira bagus sekali kalau kita mampu koordinasi dan mampu mengajak kementerian lain untuk membangun pertanian. Kalau bisa digerakkan dan dioptimalkan maka hasilnya akan sangat baik," kata Suswono.

Jakarta [B2B] - Indonesian Agriculture Minister Syahrul Yasin Limpo reunites with his seniors, former agriculture minister Soeharto era, Megawati Sukarnoputri and Susilo Bambang Yudhoyono to support development of agricultural sector of Joko Widodo administration.