Tahun 2020, Kementan Ingatkan BPP di Aceh Bersiap Gabung KostraTani

Indonesian Govt Developing the KostraTani for Agricultural Data Accuracy

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Tahun 2020, Kementan Ingatkan BPP di Aceh Bersiap Gabung KostraTani
SOSIALISASI ACEH: Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi [jas hitam] sosialisasi KostraTani di Distanbun Pemprov Aceh yang dihadiri 250 peserta di Banda Aceh [Foto: Humas Pusluhtan]

Banda Aceh, NAD [B2B] - Hampir 289 balai penyuluhan pertanian [BPP] tingkat kecamatan dari 23 kabupaten dan kota di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam [NAD] pada 2020 akan dikembangkan oleh Kementerian Pertanian RI menjadi Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani]. 

Sementara 2019, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] fokus 400 BPP [KostraTani] di 100 kabupaten [Kostrada] dari 13 provinsi [Kostrawil] atau total 534 KostraTani sebagai pilot project dalam 100 hari kerja menyongsong pengembangan BPP di seluruh RI menjadi KostraTani.

Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi mengatakan Program KostraTani pada 2020 akan menjangkau seluruh kecamatan 34 provinsi untuk menjadi KostraTani tingkat kecamatan, sementara tingkat kabupaten disebut Kostrada dan Kostrawil untuk provinsi.

"KostraTani akan sampai ke Aceh pada 2020, maka seluruh BPP di Aceh harus mempersiapkan diri menjadi semacam komando pasukan khusus pembangunan pertanian, yang disebut Mentan sebagai Kopassus-nya pertanian, karena locus pertanian adalah kecamatan. Bukan di kabupaten, kota, provinsi apalagi di Jakarta, tapi di kecamatan di bawah koordinasi BPP," kata Dedi Nursyamsi di Banda Aceh, Jumat [15/11] pada sosialisasi KostraTani di Provinsi NAD yang dihadiri 250 peserta.

Menurutnya, KostraTani merupakan program 100 hari kerja Mentan SYL, untuk menyamakan data pertanian sebagai single data, menjamin ketersediaan pangan tiga bulan ke depan, penyempurnaan konsep asuransi pertanian, dan penguatan manajemen pembangunan pertanian. KostraTani akan didukung Agriculture War Room [AWR] yang mengendalikan dan terhubung dengan semua institusi pertanian dan pihak-pihak terkait hingga ke kecamatan, sehingga seluruh institusi di sektor pertanian akan link and match dengan AWR.

"KostraTani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Kostra Tani berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan," kata Dedi Nursyamsi, yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab Nasional [PJ] KostraTani.

Menurutnya, peran penyuluh pertanian di BPP akan diperkuat oleh 16 tenaga fungsional lingkup Kementan yang ada di tingkat kecamatan didukung tenaga teknologi informasi dan komunikasi [TIK], bintara pembina desa [Babinsa] dari TNI AD di komando rayon militer [Koramil] sementara Polri akan mengerahkan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat [Babinkamtibmas] yang tersebar di seluruh polisi sektor [Polsek] di tingkat kecamatan seperti halnya Koramil.

"Personel di BPP sebagai KostraTani di tingkat kecamatan harus cepat, kuat dan hebat, layaknya pasukan Kopassus TNI AD, karena merekalah yang akan mendukung petani melaksanakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan," kata Dedi Nursyamsi. [Liene]

Banda Aceh of NAD [B2B] - The Indonesian Agriculture Ministry to disseminate the development of agricultural extension centers at the sub-district level [BPP] into the center of Indonesian agricultural development [KostraTani] across the country, according to senior official of the ministry.