Evaluasi Bantuan Beras, Usulan Kepala BKP Kementan pada Council Meeting APTERR 7th

Indonesia Proposed an Evaluation of Rice Assistance at the 7th APTERR Council Meeting

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Evaluasi Bantuan Beras, Usulan Kepala BKP Kementan pada Council Meeting APTERR 7th
13 NEGARA: Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi (duduk ke-4 kiri) dan Deputi Mentan Malaysia, Zunika Binti Mohamed (duduk ke-6 kiri) bersama delegasi dari 13 negara (Foto: Humas BKP Kementan)

Putrajaya, Malaysia (B2B) - Indonesia mengusulkan evaluasi dampak bantuan beras pada pembentukan cadangan beras darurat bencana dan gagal panen di kawasan Asia Tenggara plus China, Jepang dan Korea atau ASEAN Plus Three disingkat APTERR, yang dibentuk berdasarkan prinsip kemandirian kolektif untuk mendukung penguatan ketahanan ekonomi nasional masing-masing negara, serta ketahanan ekonomi regional dan solidaritas APTERR.

Usulan Indonesia disampaikan oleh Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan - Kementerian Pertanian RI (BKP Kementan) selaku ketua delegasi Indonesia pada pertemuan APTERR ke-7 di Putrajaya, Malaysia, 19 - 20 Februari, yang dibuka oleh Zunika Binti Mohamed, Deputi Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia, yang dihadiri delegasi dari 10 negara anggota ASEAN serta China, Jepang dan Korea.

Agung H mengusulkan pada APTERR untuk menambah aktifitas baru berupa monitoring dan evaluasi dampak pelaksanaan program penyaluran bantuan APPTER, Tier 1 maupun Tier 3, pada ´rencana kerja dan anggaran Operasional Tahunan APTERR tahun fiskal 2019.´

"Usulan ini sangat realistis dan penting untuk mengetahui permasalahan dan perbaikan, sehingga kegiatan strategis ini akan semakin baik ke depan," kata Agung H.

Sebagaimana diketahui, kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang mengakibatkan kerusakan fisik pada sentra produksi pangan strategis yang mengakibatkan terjadinya gagal panen, sehingga memicu kerawanan pangan dan hambatan akses pangan.

Mekanisme Pemanfaatan
Sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati oleh APTERR terkait cadangan beras darurat, baik dalam bentuk earmarked ataupun stockpile, dapat dimanfaatkan untuk tiga pilihan (tier) mekanisme pemanfaatan.

Tier 1, mekanisme pemanfaatan cadangan beras earmarked yang diatur berdasarkan kesepakatan sebelumnya untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan. Program ini dirancang untuk mengantisipasi keadaan darurat, yang diformalkan dalam bentuk perjanjian forward contract, yang dibuat dalam bentuk perjanjian forward contract.

Tier 2, mekanisme pemanfaatan di luar Tier 1, yang dirancang untuk penanganan kebutuhan yang tidak diantisipasi sebelumnya. Pelepasan cadangan beras APTERR kepada negara anggota yang memerlukan, diatur berdasarkan kesepakatan yang dibuat ketika telah terjadi situasi darurat.

Tier 3, mekanisme pemanfaatan cadangan beras stockpiled untuk mengatasi masalah akses pangan, yang dirancang untuk bantuan pangan keadaan darurat yang akut, atau untuk bantuan pangan bagi kemanusiaan yang terkait dengan kerawanan pangan.

"Indonesia mengusulkan APTERR melakukan monitoring dan evaluasi dampak pelaksanaan program penyaluran bantuan dengan Tier 3 dan Tier 1," kata Agung H.

Putrajaya of Malaysia (B2B) - Indonesia proposes evaluation the impact of rice assistance of disaster emergency rice reserves and crop failure in Southeast Asia plus China, Japan and Korea or ASEAN Plus Three or the APTERR.

Indonesian proposal who was delivered by chairman of Indonesian delegation Agung Hendriadi, as the Director General of Food Security Agency at the Ministry of Agriculture at the 7th Meeting of ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) Council here on Tuesday (February 19).

Hendriadi proposed the APTERR to add activities, namely monitoring and impact evaluation of the APPTER food aid distribution program, Tier 3 and Tier 1, in the ´APTERR Annual work plan and operational budget for fiscal year 2019´.

"The Indonesian proposal is very realistic and important to know the problems and improvements, to improve the role of the APTERR in the future," he said.

As is known, the Southeast Asia and East Asia as a disaster-prone regions  are classified as vulnerable to natural disasters such as earthquakes, floods, hurricanes, and others, which impact on physical damage in strategic food production centers that trigger crop failure, the impact is food insecurity and difficulty accessing food.

Benefit Mechanism
In accordance with an agreed mechanism APTERR related to emergency rice reserves, earmarked or stockpile, there are three (tier) mechanisms for the use of emergency rice reserves.

The Tier 1, the mechanism of benefit of earmarked rice reserves is regulated based on previous agreements to address the problem of food availability.
The program was designed to anticipate emergencies, formalized into a forward contract agreement.

The Tier 2, utilization mechanism outside Tier 1, designed for handling unanticipated needs. Distribution of APTERR rice reserves to member countries that are needed is regulated based on an agreement made after an emergency situation.

The Tier 3, a mechanism for utilizing stockpiled rice reserves to overcome food access constraints, designed for very emergency food assistance, or for humanitarian food assistance related to food insecurity.

"Indonesia proposes the APTERR to monitor and evaluate the distribution of food aid with Tier 3 and Tier 1," Hendriadi said.