BKP Kementan Harapkan Beras Lampung Tidak Keluar Provinsi

Indonesian Govt Seeks Lampung Rice is Not Out of the Province

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


BKP Kementan Harapkan Beras Lampung Tidak Keluar ProvinsiFoto: Humas BKP Kementan

Jakarta (B2B) - Kementerian Pertanian RI mengharapkan pemerintah provinsi/kabupaten/kota di Lampung mempercepat pengadaan beras sebagai cadangan pangan dan beras sejahtera (Rastra) sehingga gabah atau beras petani Lampung tidak keluar daerah untuk dinikmati warga setempat.

"Lampung memiliki potensi sangat besar dan masih bisa dioptimalkan sehingga gabah dan beras petani tidak keluar Lampung maka kita harus bantu Bulog mempercepat pengadaan beras sebagai cadangan pangan dan Rastra," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi pada rapat koordinasi (Rakor) serapan gabah petani (Sergap) di Bandar Lampung, Jumat (20/4).

Ketua Gapoktan LUPM Dasa Bakti, Tatang mengaku siap mendukung cadangan beras nasional di gudang Bulog sebagai tanggung jawab warga negara. "Tidak masalah beras kami dibeli Bulog seharga Rp7.800-an, untuk cadangan pangan pemerintah dan membantu warga tidak mampu."

Jakarta (B2B) - Indonesian agriculture ministry expects Lampung provincial government to accelerate the procurement of rice as food and rice reserves for the poor, so that Lampung rice is not out of province, and still enjoyed by local people.

"Lampung rice production potential is very large, and can be improved to meet the needs of the people of Lampung then we must help Bulog accelerate the procurement of rice as food reserves," said Director Ge neral of Food Security Agency, Agung Hendriadi at a coordination meeting in Bandar Lampung on Friday (April 20).

Chairman of the farmer group LUPM Dasa Bakti, Tatang claimed to be ready to support the national rice reserve in Bulog warehouse as shared responsibility. "No matter the rice we bought Bulog 7,800 rupiah for government food reserves and help the poor people."