Barantan Soetta Musnahkan 15.095 Batang Bibit Anggrek OPTK A1

Indonesian Agricultural Quarantine Agency Destroys Illegal Orchid Seed Stalks

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Barantan Soetta Musnahkan 15.095 Batang Bibit Anggrek OPTK A1 Foto: Humas Barantan

Jakarta (B2B) - Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Bandara Soekarno - Hatta memusnahkan 15.095 batang bibit anggrek (phalaenopsis hybride) asal Filipina senilai ratusan juta rupiah.

Pemusnahan dilakukan karena mengandung bakteri dickeya chrysanthemi yang merupakan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A1 golongan 1, maksudnya, bakteri ini belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan.

Bakteri dickeya chrysanthemi mengakibatkan penyakit busuk lunak pada tanaman anggrek dan dapat ditularkan melalui benih, tanah, sisa-sisa tanaman, maupun air irigasi. Diperkirakan, bakteri ini dapat mengancam pertanaman anggrek dan tanaman lainnya jika sampai masuk Indonesia.

"Karena itu, bibit anggrek tersebut dimusnahkan dengan incenetaror di halaman kantor Karantina Soetta sesuai perintah undang-undang karantina hewan, ikan dan tumbuhan untuk melindungi pertanian dalam negeri," demikian keterangan resmi dari Badan Karantina Kementerian Pertanian.

Jakarta (B2B) - Indonesian Agricultural Quarantine Agency (IAQA) at Jakarta's Soekarno - Hatta International Airport destroyed 15,095 orchid seed stalks (phalaenopsis hybride) from the Philippines worth hundreds of millions rupiah.

Destruction is done because it contains dickeya chrysanthemi bacteria, because, this bacteria has not existed in Indonesia, and can not be released by treatment.

Dickeya chrysanthemi bacteria result in soft rot disease in orchid plants and transmitted through seeds, soil, crop residues, and irrigation water. It is estimated, these bacteria can threaten orchid plants and other crops if entered into Indonesia.

"Orchid seeds are destroyed with incenetaror in the Agricultural Quarantine Agency at Jakarta's Soekarno - Hatta International Airport according to the regulation of animal quarantine, fish and plants to protect domestic agriculture," as reported by  IAQA Public Relations.