10 Ekor per Peternak, Asuransi Ternak Sapi Didukung Pemerintah Daerah

Local Govt Supports Cattle Insurance Programs of the Indonesian Agriculture Ministry

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


10 Ekor per Peternak, Asuransi Ternak Sapi Didukung Pemerintah Daerah
Foto: istimewa

ASURANSI usaha ternak sapi [AUTS] kian diminati peternak dan didukung penuh oleh pemerintah daerah. Setelah peternak sapi Kabupaten Badung di Provinsi Bali disusul oleh Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau yang mengasuransikan 350 ekor sapi bantuan pemerintah pusat dan provinsi, yang bertujuan menarik minat para peternak sapi di Bengkalis menempuh langkah serupa.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Bengkalis, Amri Noer mengatakan program AUTS disosialisasikan kepada pertenak sapi sejak 2018. Kemudian pada 2019, dan direalisasikan pemerintah kabupaten setelah menerima 250 ekor sapi bantuan pemerintah.

"Untuk peternak sapi yang ingin mendapatkan bantuan asuransi ternak, dapat mengajukan permohonan ke dinas pertanian dengan membawa KTP, kemudian membayar premi asuransi sebesar Rp40 ribu per tahun," kata Amri Noer, belum lama ini.

Setelah melakukan pendaftaran, peternak akan mendapatkan nomor account virtual, dan dapat langsung menyetor premi melalui virtual account yang diberikan petugas dinas pertanian kepada Bank BRI.

"Seorang peternak dapat mendaftarkan maksimal 10 ekor sapi betina, berusia minimal satu tahun," kata Amri Noer.

Hingga saat ini, Distan Bengkali sudah mensosialisasikan asuransi ini kepada kelompok ternak sapi, antara lain peternak di Desa Siak Kecil.

Inisiatif Pemkab Bengkalis dan antusiasme peternak sapi diapresiasi oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian - Kementerian Pertanian RI [Dirjen PSP] Sarwo Edhy mengingat tujuan AUTS adalah mengamankan sapi indukan yang selama ini banyak dipotong, sementara pemerintah telah mengeluarkan peraturan pelarangan pemotongan sapi betina produktif.

"Ditjen PSP Kementan mendorong peternak mengikuti program AUTS untuk mengasuransikan sapi betina produktif sesuai target asuransi ternak adalah komoditas yang mudah terkena risiko. Jangan sampai sapi betina dipotong atau tidak dikembangbiakkan dan hal itu memaksa pemerintah harus mengimpor sapi indukan," kata Dirjen PSP Sarwo Edhy di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, Kementan mendukung penuh semangat dan motivasi para pemangku kepentingan bisnis peternakan untuk mengikuti asuransi ternak sapi.

“Kita semua tahu bahwa risiko berusaha di bidang peternakan begitu rentan, misalnya sapi terkena penyakit, yang menyebabkan kematian, serta rawan pencurian, sehingga perlu ada upaya khusus untuk melindungi peternak dan keberlangsungan usaha ternak tersebut," kata Dirjen Sarwo Edhy.