`War Room` Kostra Tani, Kiat SYL Revitalisasi Penyuluh BPP dan Akurasi Data

Indonesian Agriculture Ministry will Developing the War Room for Data Accuracy

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


`War Room` Kostra Tani, Kiat SYL Revitalisasi Penyuluh BPP dan Akurasi Data
WAR ROOM TELKOMSEL memantau trafik komunikasi hampir 170 juta pelanggan di RI, misinya ´one person one province´ provinsi didukung War Room cluster di tiap kabupaten; Mentan SYL [inset] Foto: istimewa & Humas Kementan

Jakarta [B2B] - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian pada tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, melalui War Room di kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta di bawah koordinasi Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian [Kostra Tani] untuk koordinasi dengan balai penyuluhan pertanian [BPP] mengumpulkan data pertanian akurat dan terukur.

"Selama 100 hari ke depan, tidak boleh ada pejabat  Kementan yang tidur nyenyak, harus bekerja keras dan bersama-sama mendukung War Room di bawah koordinasi Kostra Tani," kata Mentan SYL dalam sambutannya usai serah terima jabatan [Sertijab] di Jakarta, Jumat [25/10].

Dia menegaskan akan melakukan revitalisasi peran BPP yang selama lima tahun terakhir terkesan diabaikan peran vitalnya, padahal kecamatan adalah ´basis pertanian´ Indonesia seperti halnya militer maupun polisi yang membangun garis komando hingga ke tingkat kecamatan melalui komando rayon militer [Koramil] dan satuan polisi sektor [Polsek].

"Basis pertanian adalah kecamatan, yang faham kondisi petani dan usahatani bukan pusat melainkan daerah, yaitu kecamatan. Tak ada gunanya bicara panjang lebar tapi mengabaikan peran penyuluh dan BPP sebagai garda terdepan pertanian Indonesia," katanya di hadapan para mantan menteri pertanian di antaranya Suswono [2009 - 2014].

Tujuannya, kata Mentan SYL, BPP sebagai pengendali pertanian dapat menjangkau kondisi pertanian di daerah lebih terinci, sehingga data pertanian yang dikumpulkan jauh lebih akurat.

“Langkah pertama saya dalam 100 hari ini pemetaan data pertanian, sehingga data yang dikeluarkan BPS [Badan Pusat Statistik] adalah single data dari Kementan. Kalau data sudah terkumpul, harus dipastikan akurat dan terkini maka kita dapat menyusun langkah apa yang dilakukan ke depan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan 260 juta rakyat terpenuhi,” katanya.

Pengembangan Kostra Tani bertujuan memperkuat peran BPP sebagai pusat koordinasi penyuluh. "Penyuluh itu adalah otaknya rakyat. Manajemen hatinya rakyat yang selalu mendampingi petani, dan mereka akan menjadi Kopassus-nya pertanian," kata SYL pada kunjungan kerja di BBPP Batangkaluku.

War Room
Pengalaman sebagai kepala daerah hampir 25 tahun di Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo faham betul pentingnya komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi didukung single data yang akurat terkini antara pusat dan daerah, dengan revitalisasi peran penyuluh pertanian di BPP.

Sebagaimana diketahui, War Room lazim digunakan perusahaan terbuka seperti PT Indosat dan PT Telkom, yang mengembangkan War Room di kantor pusatnya sejak 1995 menjelang go international di Bursa New York sebagai BUMN Indonesia pertama menjual saham kepada publik domestik dan mancanegara.

Jangan dibayangkan War Room adalah ´ruang perang´ secara harfiah, namun sekadar penamaan dari ruangan yang dipakai untuk ´perang gagasan/ide´. Secara ilmiah dapat disebut sebagai focus group discussion [FGD] yang di-permanen-kan. Tujuannya, untuk melahirkan ide-ide cemerlang untuk diimplementasikan sesuai target yang ditetapkan, untuk kepentingan publik.

Tayangan Indonesian Lawyer Club [ILC] di TVOne dapat digolongkan sebagai War Room alias ´FGD permanen´ yang membahas aneka topik setiap pekan sesuai isu penting yang menjadi perhatian publik.

Begitu pula tampaknya War Room Kostra Tani yang diinisiasi oleh Mentan SYL akan mengulas berbagai hal tentang sektor pertanian, sementara yang menjadi pelaksana lapangan adalah penyuluh pertanian.

Jakarta [B2B] - Indonesian Agriculture Minister Syahrul Yasin Limpo will optimize the role of agricultural extensionists at the sub-district level across the country, which is controlled and monitored through the War Room in the Jakarta ministry office.