10 Entitas Syariah Terbaik, Aset Jamsyar per 2019 Lampaui Rp1 Triliun
Indonesia`s Jamkrindo Syariah in 2019 Assets above IDR1 Trillion

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Rabu, 26 Februari 2020 WIB
PENJAMINAN SYARIAH: Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo mengatakan pertumbuhan aset karena adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi pada 2019 sebesar Rp175 miliar [Foto: Humas Jamsyar]

Jakarta [B2B] - Perusahaan penjaminan kredit syariah, PT Jamkrindo Syariah [Jamsyar] berhasil menjadi salah satu dari 10 entitas syariah dengan aset diatas Rp1 triliun. Hal itu berdasarkan laporan keuangan akhir 2019, jumlah aset Jamsyar mencapai Rp1,059 triliun atau tumbuh 41,92% persen ketimbang 2018 sebesar Rp746 miliar.

Direktur Utama PT JamSyar, Gatot Suprabowo mengatakan pertumbuhan aset yang sangat signifikan tersebut, karena adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi pada 2019 sebesar Rp175 miliar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp295,32 miliar.

“Penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar, dimana pada periode tersebut ditempatkan pada instrumen investasi yang berupa Deposito dan Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN,” kata Gatot Suprabowo didampingi Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni kepada pers di Jakarta, Selasa [25/2].

Menurutnya, nilai deposito dan SBSN di akhir 2019 masing-masing sebesar Rp495,24 miliar dan Rp163,65 miliar. Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan.

Di samping dua komponen tersebut, pertumbuhan aset Jamsyar juga disumbang oleh komponen Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lain-Lain. Biaya Dibayar di Muka tersebut sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang/re-asuransi atas penjaminan yang belum jatuh tempo dan belum diakui sebagai biaya pada komponen laba [rugi].

Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan sebesar Rp448, 83 milyar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh 24,14% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun,” lanjut Gatot.

Dari sisi cadangan, menurutnya, juga meningkat 32,92% dari tahun sebelumnya. Cadangan klaim tersebut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan biaya klaim di masa yang akan datang.

Ada pun di sisi ekuitas, Jamsyar mengalami pertumbuhan 63,80% dari tahun sebelumnya. Selain karena penambahan modal, pertumbuhan ekuitas juga karena adanya kenaikan cadangan umum dan saldo laba dari laba tahun 2019.

Terkait laba, Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni menjelaskan laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 sebesar Rp36,57 miliar atau tumbuh 62,25% dibandingkan 2018. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93% dan 82,54%.

“Di samping itu, terdapat pendapatan subrogasi yang cukup signifikan, sehingga meskipun beban klaim cukup besar namun penjaminan bersih tetap tumbuh dengan baik,” kata Endang.

Melihat kinerja keuangan Jamsyar yang cukup cemerlang tersebut Gatot optimis bahwa tahun 2020 ini Jamsyar akan tumbuh gemilang. Pihaknya telah menetapkan binis plan secara detail mulai dari perencanaan SDM, pemanfaatan teknologi informasi (IT), peluncuran produk baru hingga pembukaan kantor cabang baru.


Jakarta [B2B] - Unit of sharia companies of a subsidiary of Credit Guarantee Indonesia Corp., locally known as the Jamkrindo, Jamkrindo Syariah called the Jamsyar targets business growth in 2020. The target achievement will be supported by the development of 14 service unit offices, by exploring business potential in eight cities without neglecting the potential of the region, and local development banks in the local area become business partners, according to the CEO of Jamsyar here on Tuesday [February 25].

TERKAIT - RELATED