Tangerang, Banten (B2B) Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar pencanangan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipusatkan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.
Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh UPT BPPSDMP melalui Zoom Meeting. Setiap unit kerja melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan masing-masing dan melaporkan pelaksanaannya secara langsung kepada Kepala BPPSDMP.
Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam menciptakan lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan indah melalui penanganan sampah terpadu, penataan ruang, serta penguatan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran, fasilitas publik, dan permukiman.
Keberhasilan swasembada pangan nasional disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, disiplin, produktif, serta didukung lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana yang selama ini ditekankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pencanangan Gerakan ASRI lingkup BPPSDMP yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan pertanaman AAS dan ASRI di UPT BPPSDMP, serta Ngobras (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian dengan tema Gerakan ASRI untuk Kehidupan Berkualitas dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanam perdana sayuran di lahan kampus PEPI sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.
Makan Bergizi Gratis
Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama Badan Gizi Nasional, BPPSDMP juga melaksanakan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UPT pendidikan lingkup BPPSDMP.
Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Badan PPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia Harmanto bersama jajaran pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, Gerakan ASRI menjadi langkah bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif di lingkungan BPPSDMP.
“Gerakan ASRI bukan hanya soal kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, produktif, serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar Idha.
Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan vokasi, serta kinerja penyuluhan pertanian dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh UPT BPPSDMP memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan mampu mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul,” tutupnya. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Tangerang of Banten [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.