Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pendidikan vokasi pertanian dimanfaatkan karena memiliki kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian RI (Kementan) berupaya memaksimalkan pendidikan vokasi
Menteri Pertanian Mentan RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian. Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda.
"Mereka turut menentukan arah pembangunan pertanian. Kita berharap generasi muda bisa memperkaya diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian," katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, lulusan pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial berdaya saing tinggi dan berkompetensi.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian, memiliki tanggung jawab strategis mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung pada pembangunan sektor pertanian.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi Kementan, pihaknya terus mempersiapkan calon-calon penerus generasi muda bidang pertanian.
SMKPPN Banjarbaru kali ini menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi bagi guru dan peserta didik kelas XI konsentrasi keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) berupa kegiatan ´Pembelajaran Optimalisasi Pembibitan Kelapa Sawit melalui Teknologi Hyplug´.
Angga Tri A.P mengatakan pelatihan digelar pada Rabu (9/9) di lahan praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru, yang diikuti oleh diikuti oleh guru, petugas lahan tanaman perkebunan, dan 30 siswa kelas XI TA 2026/2027.
Ketua Konsentrasi Keahlian ATP, Herdi Waluyo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi bagi peserta didik kelas XI Konsentrasi Keahilan Agribisnis Tanaman dan Perkebunan (ATP).
“Kami berharap melalui kegiatan tersebut dapat saling berbagi ilmu, pengalaman dan keterampilan praktis, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan Pembibitan Kelapa Sawit”, katanya.
Mitra Swasta
Kegiatan ´Pembelajaran Optimalisasi Pembibitan Kelapa Sawit melalui Teknologi Hyplug´ menghadirkan guru tamu Yogi Ardani Subakti dari perusahaan kelapa sawit, PT Sinar Alam Plantation (SAP).
Yogi mengatakan, materi yang diberikan terkait pembelajaran Optimalisasi Pembibitan Kelapa Sawit melalui Teknologi Hyplug di screenhouse.
“Kami disini memberikan pembelajaran agar siswa belajar bagaimana menerima, menyortir bibit yang baik, menyiapkan media untuk penanaman dan komposisi ditanamkan di media hyplud atau pun bukan”, katanya.
Ada pun materi yang diberikan antara lain konsep pembibitan kelapa sawit dan pengenalan teknologi hyplug, teknologi screenhouse, praktik lapangan, sistem irigasi terpadu, praktik instalasi irigasi sederhana, integrasi hyplug, screenhouse dan irigasi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.