Dari Kampus ke Laboratorium, Kementan Asah Gen Z Talenta Pertanian Masa Depan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Selasa, 28 Juli 2026
BBPP LEMBANG: Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan sebagai penutup rangkaian PKL, mahasiswa/i PTN/PTS wajib melaksanakan Seminar Hasil dari tiga penelitian terkait pemanfaatan bahan alami sebagai pestisida dan fungisida nabati oleh tiga mahasiswi Program Studi Kimia - Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD).

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa berupaya mencetak SDM unggulan dan siap bersaing di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan PKL pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di antaranya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan sebanyak tiga mahasiswi Program Studi Kimia pada Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD) berhasil menyelesaikan PKL di BBPP Lembang pada 15 Juni hingga 25 Juli 2026. 

Selama lebih dari satu bulan, mereka terlibat langsung dalam berbagai kegiatan Laboratorium Agensia Hayati Inkubator Agribisnis di BBPP Lembang di bawah bimbingan Widyaiswara dan tenaga teknis.

Kegiatan PKL sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa generasi muda merupakan pilar utama mewujudkan pertanian Indonesia yang modern, maju dan berdaya saing.

"Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan secara periodik agar mereka mampu berkembang dan berkontribusi di seluruh sektor pertanian," katanya.

Dukungan senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani sebagai strategi menjaga ketahanan pangan nasional.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendukung regenerasi petani adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pertanian Indonesia," katanya.

BBPP Lembang
Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna mengatakan selama menjalani PKL, ketiga mahasiswi UIN SGD tidak hanya memperoleh pengalaman praktik laboratorium, juga mengikuti Pelatihan Agribisnis Brokoli yang diselenggarakan secara gratis oleh BBPP Lembang. 

"Kegiatan tersebut semakin memperkaya wawasan dan kompetensi mereka, baik dari sisi teknis maupun pengembangan agribisnis," katanya.

Sebagai penutup rangkaian PKL, kata Adi Destriadi Sutisna, dilaksanakan Seminar Hasil yang menampilkan tiga penelitian mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai pestisida dan fungisida nabati. 

Penelitian tersebut meliputi pemanfaatan ekstrak daun rosemary sebagai pestisida nabati terhadap larva Spodoptera exigua, identifikasi fitokimia dan aktivitas antijamur ekstrak daun cengkeh terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cepae, serta uji daya hambat ekstrak daun sirsak terhadap jamur Colletotrichum penyebab penyakit antraknosa.

"Seminar berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan para pembimbing, widyaiswara dan peserta seminar untuk menyempurnakan hasil penelitian sebelum dituangkan dalam laporan akhir," ungkap Adi Destriadi Sutisna.

Testimoni Mahasiswa
Pada kegiatan pelepasan yang dilaksanakan Kamis pekan lalu (23/7, para peserta PKL mengaku memperoleh pengalaman berharga selama PKL di BBPP Lembang.

De Suci Syaharani mengungkapkan bahwa kesempatan belajar di Laboratorium Agensia Hayati menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan.

"Kami sangat senang bisa praktik kerja di BBPP Lembang. Belajar langsung di Laboratorium Agensia Hayati memberikan pengalaman yang tidak kami dapatkan di kampus," katanya.

De Suci Syaharani mengakui, seluruh pegawai sangat mendukung proses pembelajaran mereka, mulai kegiatan awal hingga PKL rampung.

Hal senada disampaikan Sarah Mardiyanti dan Tazkia Sekar Ayu. Keduanya mengaku, suasana belajar yang kondusif dan penuh kekeluargaan membuat pengalaman mengikuti kegiatan PKL semakin bermakna.

"PKL di BBPP Lembang sangat menyenangkan. Kami mendapatkan banyak ilmu, teman baru dan pengalaman nyata yang menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan industri. Kesempatan belajar sambil praktik tersebut sangat bermanfaat bagi kami," ungkap keduanya.

Melalui program PKL, Adi Destriadi Sutisna menyatakan komitmen BBPP Lembang sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM pertanian yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan DuDi, sekaligus menyiapkan generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 


West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

TERKAIT - RELATED