Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus memperkuat budaya literasi, salah satunya pada ´Sosialisasi Layanan Perpustakaan´ di Badan Perakitan Modernisasi Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH) Bogor pada Senin (11/5).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan bahwa kegiatan ´Sosialisasi Layanan Perpustakaan´ tersebut dalam upaya mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber informasi pertanian bagi pegawai dan peneliti lingkup BRMP PKH Bogor.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan literasi dan eksplorasi inovasi pertanian sebagai strategi mempercepat tercapainya swasembada pangan, modernisasi sektor pertanian dan serta pengembangan petani milenial.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi di lingkungan Kementan guna mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Ketua Tim Layanaan Perpustakaan, Sutarsyah menjelaskan bahwa BB Pustaka memiliki peran sebagai pusat informasi pertanian yang bertugas menghimpun, mengelola, melestarikan dan diseminasi berbagai sumber informasi ilmiah pertanian.
"BB Pustaka juga berharap dapat membangun sinergi dan hubungan timbal balik dengan unit kerja lingkup Kementan, sehingga layanan dan sumber informasi dapat dimanfaatkan secara optimal mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing unit kerja," kata Sutarsyah.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diperkenalkan tentang profil BB Pustaka, mulai dari sejarah, lokasi layanan, tugas dan fungsi pengelolaan dokumen Kementan, preservasi koleksi, hingga pengelolaan koleksi deposit sebagai sumber informasi jangka panjang.
"Peserta juga mendapatkan informasi tentang berbagai inovasi layanan dan koleksi unggulan yang dimiliki BB Pustaka," kata Sutarsyah.
BRM PKH Bogor
Kepala Pusat BRM PKH Kementan, Agus Susanto menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan ´Sosialisasi Layanan Perpustakaan´ oleh BB Pustaka sebagai upaya mendukung kebutuhan informasi dan peningkatan literasi di lingkungan Kementan.
Dalam sambutannya, Agus Susanto menyampaikan jika perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat ilmu pengetahuan dan sumber informasi yang valid dapat dipertanggungjawabkan.
"Perpustakaan juga menjadi bagian penting dari peradaban bangsa karena menyimpan rekam jejak pengetahuan, sejarah, dan pemikiran dari generasi ke generasi, sehingga keberadaan perpustakaan perlu dijaga dan dilestarikan," katanya.
Pasalnya, ungkap Agus Susanto, hilangnya sumber-sumber pengetahuan dapat berdampak pada hilangnya identitas dan peradaban suatu bangsa.
“Majunya sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari budaya membaca dan literasi. Dokumentasi, arsip dan sumber informasi pertanian perlu dirawat dan dilestarikan sebagai catatan penting bagi generasi mendatang,” katanya.
Sumber Informasi
Pada sesi materi, Muhammad Zuhdi memaparkan cara akses berbagai sumber informasi pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pekerjaan.
Sumber informasi tersebut meliputi Portal Perpustakaan Pertanian, Repositori Kementan, Pertanian Press, portal Satu Data Pertanian dan jurnal elektronik yang dilanggan BB Pustaka seperti EBSCO dan ProQuest dengan subjek pertanian dan peternakan.
Peserta tampak bersemangat mengikuti kegiatan di setiap sesi, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab terkait pemanfaatan koleksi digital dan akses jurnal elektronik.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP mengatakan melalui kegiatan sosialisasi, diharapkan pemanfaatan sumber informasi pertanian, baik koleksi digital maupun jurnal ilmiah yang dilanggan BB Pustaka, dapat semakin optimal mendukung kebutuhan referensi dan informasi ilmiah bagi pegawai lingkup Kementan. [shinta/timhumas bbpustaka]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.