Uji Kompetensi, SMKPP Kementan Siapkan Lulusan Terjun ke Dunia Industri
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Selasa, 03 Februari 2026
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso [berdiri kiri] membuka kegiatan Sertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian oleh 15 Asesor LSP Kementan bagi 153 peserta didik dari empat program studi [Prodi].

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di antaranya melalui Program Sertifikasi Kompetensi yang dibuka di kampus dan lahan praktik SMK PP Negeri Sembawa pada Senin (2/2).

Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi merupakan komitmen Kementan bagi regenerasi petani dan penyediaan tenaga kerja teknis profesional, mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) pada peserta didik yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pendidikan vokasi adalah kunci utama transformasi pertanian. Pasalnya, Indonesia membutuhkan anak muda yang tidak hanya punya ijazah, juga punya skill dan sertifikasi. 

"Sertifikasi Kompetensi adalah bukti bahwa mereka adalah tenaga profesional yang siap mengoperasikan teknologi pertanian modern dan membawa Indonesia menuju swasembada pangan," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa kualitas SDM adalah penggerak utama sektor pertanian.

"Sertifikasi Kompetensi memastikan setiap lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki standar kompetensi yang sama dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi) dan juga menjadi pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis," katanya.

SMKPP Negeri Sembawa
Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan Sertifikasi Kompetensi memberikan keahlian sesuai SKKNI pada peserta didik yang dikeluarkan oleh BNSP melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian. 

"SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja agribisnis yang kompeten dan siap pakai. Dengan menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026," katanya.

Sertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian bagi peserta didik SMK PPN Sembawa dilaksanakan di TUK SMK PPN Sembawa. Asesmen diikuti 153 siswa dalam dua sesi kegiatan. 

Sesi pertama dilaksanakan selama empat hari, 1 - 4 Februari 2026 bagi Prodi ATP dan ATU. Sesi kedua juga empat hari, 4 - 7 Februari 2026 bagi Prodi ATPH dan APHP. Adapun kegiatan dilaksanakan di kampus dan lahan praktik SMK PP Negeri Sembawa.

Dalam pembukaan Uji Sertifikasi Kompetensi di Aula, Senin (2/2), Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menegaskan bahwa asesmen terhadap pencapaian dari siswa, untuk mengukur kompetensi peserta didik yang telah melaksanakan proses belajar sesuai keahlian yang dilaksanakan selama pendidikan.

"Sebagai pengakuan dari kompetensi bahwa siswa SMK PPN Sembawa memiliki kompeten dalam hal apa yang diujikan kompetensi nanti. Kami ingin siswa kami lulus sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP sebagai jaminan kualitas bagi dunia industri bahwa siswa kami benar-benar terampil," katanya.

Sertifikasi Kompetensi
Perwakilan dari Asesor, Binsar Simatupang menyampaikan bahwa sertifikasi bukanlah sekedar kegiatan formal atau administratif belaka, melainkan proses pengakuan resmi atas skill atau kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja yang ditempa melalui proses pendidikan.

"Lulusan vokasi pertanian harus memiliki kompetensi yang standar, terukur dan diakui. Begitu siswa telah selesai pendidikan, peserta didik sudah memiliki legal formal pengakuan yaitu ijazah dan surat sertifikasi kompetensi yang langsung dari BNSP," katanya.

Sertifikasi Kompetensi, ungkap Binsar, menjadi bekal kuat bagi para siswa untuk berkarier di dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri.

Kepala TUK, Farulian Purba menjelaskan ada pun asesmen kali ini dilakukan oleh Asesor dari LSP Pertanian Kementan sebanyak 15 orang terdiri atas enam asesor untuk siswa prodi ATP, tiga asesor untuk siswa prodi ATU, tiga asesor untuk siswa Prodi ATPH dan tiga asesor untuk siswa Prodi APHP.

Dengan Tujuh Skema yang akan diujikan di antaranya Prodi ATP dengan skema Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit sebanyak 28 siswa dan Mandor Pemanenan Kelapa Sawit 35 siswa. 

Sementara Prodi ATPH dengan skema Pembudidayaan Tanaman Sayuran sebanyak 32 siswa, Prodi ATU dengan Skema Operator Kesehatan Unggas/ Vaksinator 20 siswa, Operator Kandang Unggas Pedaging delapan siswa dan Prodi APHP dengan Skema Pembuatan Susu Kedelai sebanyak 20 siswa dan Pembuatan Tempe 10 siswa. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 


Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED