Kejar Target Tanam! UPT Pelatihan Kementan Perkuat Aksi Penyuluh Pacu LTT
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 30 April 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dan Plt Kapusluh Kementan, Eko Nugroho DP [tengah] bersama sejumlah penyuluh setempat dan jajaran BBPP Batangkaluku pada Rakor Percepatan Program Strategis Kementan di Kabupaten Gowa, Sulsel.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Peran penyuluh pertanian kembali ditegaskan sebagai ujung tombak keberhasilan program strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (27/4) yang dihadiri Plt Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Eko Nugroho Dharmo Putro.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Rakor yang dihadiri Plt Kapusluh Kementan, Eko Nugroho DP dan penyuluh setempat menjadi momentum penting, untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah mengawal program-program prioritas sektor pertanian

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program strategis sangat bergantung pada peran aktif penyuluh di lapangan. 

Bantuan pemerintah seperti sarana produksi, alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga program perluasan tanam tidak akan berdampak optimal tanpa pendampingan langsung kepada petani.

“Program sebesar apa pun tidak akan berarti jika penyuluh tidak hadir di tengah petani. Penyuluh adalah perpanjangan tangan pemerintah. Integritas dan kecepatan kerja mereka sangat menentukan keberhasilan program,” kata Mentan Amran.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan bahwa fase adaptasi pasca peralihan penyuluh dari daerah ke pusat telah terlewati seraya mendorong seluruh penyuluh untuk menunjukkan kinerja maksimal.

“Fase ‘storming’ sudah kita lewati, sekarang saatnya ‘performing’. Penyuluh harus tampil lebih solid, profesional, dan berdampak,” ujarnya.

BBPP Batangkaluku

Rakor dibuka oleh Kepala Pusat Penyuluhan, Eko Nugroho Dharmo Putro yang menekankan pentingnya kedekatan penyuluh dengan petani. 

Dia meminta penyuluh aktif membangun komunikasi agar mampu memahami dan memperjuangkan kebutuhan petani di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Gowa yang telah mencapai 82% turut menjadi sorotan positif.

Capaian tersebut dinilai sebagai indikasi progres yang baik dalam pelaksanaan program strategis pertanian.

“Ini kabar menggembirakan. Kita dorong agar capaian ini terus meningkat dan bisa mencapai target 100 persen,” kata Eko Nugroho.

Dia mengingatkan, Rakor menjadi momentum penting memperkuat sinergi dan menyatukan langkah mengawal berbagai program prioritas di sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga percepatan luas tambah tanam.

Co-working Space

Sementara itu, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menegaskan komitmen pihaknya mendukung penyuluh melalui penyediaan Co-working Space di lingkungan BBPP.

“Kita ini satu keluarga. Penyuluh dan BBPP memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengawal program Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Jamaluddin Al Afgani juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja bersama untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

"Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh pihak semakin memperkuat komitmen dan sinergi dalam mengawal percepatan program strategis," katanya.

Dengan kerja nyata di lapangan dan kolaborasi yang solid, ungkap Jamaluddin Al Afgani, target peningkatan produksi serta swasembada pangan diyakini dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 


 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED