Kota Pariaman, Sumbar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan kemanusiaan dan pertanian tahap II telah diterima dan disalurkan di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Kegiatan ini dilaksanakan, Jumat (26/12/2025).
Kegiatan diawali dengan audiensi di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman yang membahas kondisi kerusakan lahan pertanian serta dampaknya terhadap ketahanan pangan.
Bantuan tahap II ini merupakan kelanjutan dari penyaluran sebelumnya pada pertengahan Desember, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan percepatan pemulihan sektor pertanian.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pemerintah menegaskan komitmen untuk memulihkan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat atau puso akibat bencana.
Mentan menyatakan seluruh lahan terdampak telah didata dan akan ditangani secara penuh melalui replanting serta cetak ulang sawah, sehingga produktivitas pertanian dapat kembali pulih dan petani segera berproduksi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan penyaluran bantuan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pertanian nasional di tengah bencana.
“Kementan bersama Bapanas memastikan bantuan pertanian dan pangan menjangkau daerah terdampak. Upaya ini tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung pemulihan dan keberlanjutan produksi pertanian nasional,” ujarnya.
Produksi Pertanian
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat sekaligus harapan adanya bantuan lanjutan.
“Banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan serius pada sawah dan infrastruktur pertanian di Padang Pariaman. Kami berharap dukungan berkelanjutan, khususnya untuk pemulihan lahan pertanian agar petani dapat kembali berproduksi dan mata pencaharian masyarakat segera pulih,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Rumah Dinas Wali Kota Pariaman dengan pembahasan pengawalan distribusi bantuan pertanian yang telah disalurkan pada 18 Desember 2025, sekaligus diskusi mengenai pengembangan pertanian daerah ke depan.
Di sela kegiatan di kedua wilayah tersebut, Kepala BPPSDMP juga berdialog langsung dengan para penyuluh pertanian di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Dialog ini membahas kondisi lapangan, tantangan pendampingan petani pascabencana, serta penguatan peran penyuluh dalam mengawal bantuan dan percepatan pemulihan pertanian.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian.
“Bantuan dan perhatian dari Kementerian Pertanian sangat berarti bagi masyarakat Kota Pariaman yang terdampak bencana. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut, terutama untuk penguatan sektor pertanian dan peternakan agar perekonomian masyarakat segera bangkit,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kepala BPPSDMP bersama tim dan didampingi jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman meninjau langsung salah satu titik bencana di Nagari Bisati, Kabupaten Padang Pariaman, untuk melihat secara langsung dampak banjir dan longsor terhadap lahan pertanian serta aktivitas petani.
Melalui rangkaian kegiatan terpadu di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama untuk memastikan bantuan Kementan–Bapanas tersalurkan tepat sasaran, sekaligus mendorong pemulihan dan pengembangan potensi pertanian di Sumatera Barat guna menjaga ketahanan pangan pascabencana. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Kota Pariaman of West Sumatera [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.