Swasembada Ternak, Kolaborasi UPT Kementan Cetak Inseminator Profesional
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 07 Mei 2026
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty diwakili Katimker Program dan Evaluasi Agus Sulaeman menghadiri pembukaan kegiatan ´Pelatihan Calon Inseminator Angkatan II Tahun 2026´ yang dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara di Bandung Barat, Jabar.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar ´Pelatihan Calon Inseminator Angkatan II Tahun 2026´ di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, atas inisiasi Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara 

Pelatihan resmi dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara pada Senin (4/5) diikuti 23 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia tersebut, merupakan kolaborasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yakni BBPKH Cinagara dan BIB Lembang.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty memgatakan pelatihan bertujuan memperkuat

upaya percepatan peningkatan populasi ternak nasional melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) peternakan bagi pencapaian swasembada ternak nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor peternakan memegang peranan penting mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya pemenuhan protein hewani.

“Teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan populasi ternak. Kita membutuhkan SDM peternakan yang kuat, terampil dan disiplin agar target swasembada protein hewani dapat tercapai lebih cepat,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi, untuk mencetak tenaga kerja pertanian yang unggul dan berdaya saing.

“Pembangunan pertanian dimulai dari pembangunan SDM. Melalui pelatihan, kita menyiapkan tenaga inseminator yang tidak hanya terampil secara teknis, juga profesional dan tersertifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi peternak,” katanya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan pelatihan menjadi langkah strategis mencetak tenaga inseminator yang kompeten, profesional dan siap mendukung akselerasi produksi ternak nasional melalui penerapan teknologi reproduksi modern.

Dia memastikan pihaknya berkomitmen menjaga mutu penyelenggaraan pelatihan agar menghasilkan lulusan yang siap terjun ke lapangan.

“Kami memastikan seluruh proses pelatihan, mulai dari kurikulum hingga evaluasi kompetensi berjalan sesuai SKKNI," katanya.

Harapannya, ungkap Inneke Kusumawaty, para lulusan tidak hanya unggul secara teknis, juga mampu memberikan pelayanan reproduksi ternak yang profesional di daerah masing-masing.

Pelatihan diikuti oleh 23 peserta dari ssjumlah provinsi di Indonesia antara lain Lampung, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Selatan. 

BIB Lembang

Kegiatan dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, serta dihadiri Ketua Bintek/TUK Sodirun, pejabat SPI, Katimker Program dan Evaluasi BBPKH Cinagara Agus Sulaeman dan para widyaiswara.

Dalam sambutannya, Gun Gun Gunara menegaskan bahwa inseminator memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak keberhasilan program reproduksi ternak nasional.

“Keberhasilan program reproduksi ternak sangat ditentukan oleh kualitas SDM di lapangan. Pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah penting mendukung swasembada pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Gun Gun Gunara menambahkan, untuk memperkuat penguasaan kompetensi peserta, pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi teori dan praktik lapangan dengan pendampingan langsung dari widyaiswara dan instruktur profesional. 

"Praktik lapangan dilakukan di kandang ternak BIB Lembang wilayah Subang," katanya.

Katimker Program dan Evaluasi BBPKH Cinagara, Agus Sulaeman menjelaskan bahwa peserta dibekali kemampuan teknis secara menyeluruh, mulai dari identifikasi birahi, penanganan reproduksi ternak, hingga teknik inseminasi buatan yang tepat dan presisi.

“Peserta tidak hanya belajar teori di kelas, juga melakukan praktik langsung di lapangan agar benar-benar siap menjalankan tugas sebagai inseminator profesional,” katanya.

Inneke Kusumawaty menambahkan, sinergi BBPKH Cinagara dan BIB Lembang, Kementan berharap lahir tenaga inseminator andal yang mampu memperkuat pelayanan reproduksi ternak di berbagai daerah serta menjadi motor penggerak percepatan swasembada pangan nasional berbasis protein hewani. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 


 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED