Bogor, Jabar (B2B) - Permasalahan pakan masih menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi peternak di berbagai daerah. Ketersediaan bahan pakan yang tidak stabil, ketergantungan pada hijauan semata, hingga kurangnya pemahaman tentang pakan berimbang sering kali berdampak pada rendahnya produktivitas ternak.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan tidak sedikit peternak yang menganggap pakan cukup diberikan dalam bentuk hijauan, tanpa memperhitungkan keseimbangan nutrisi sesuai kebutuhan ternak.
Menjawab permasalahan tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menyelenggarakan kegiatan Bertani on Cloud (BoC) Vol. 337 secara daring pada Kamis, (15/01) mengangkat tema ´Pakan Tepat, Ternak Hebat: Strategi Modern Menuju Produksi Optimal´.
Kegiatan BoC yang digelar BBPKH Cinagara sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa peningkatan kualitas pakan merupakan bagian penting dalam pembangunan peternakan nasional. Peternakan yang maju dan berkelanjutan harus ditopang oleh manajemen pakan yang efisien dan berkualitas.
"Pemerintah terus mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas peternak agar produktivitas ternak nasional semakin meningkat,” katanya.
Hal senada dikemukakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa kegiatan BoC merupakan bentuk transformasi pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan peternak saat ini.
“Melalui platform digital, pelatihan dapat menjangkau lebih luas. Edukasi mengenai manajemen pakan berimbang menjadi fondasi penting dalam mencetak peternak yang profesional dan berdaya saing,” katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan yang disiarkan secara langsung dari SRR Farm Jonggol di Kabupaten Bogor tersebut diikuti lebih 1.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia yang bergabung melalui ruang pertemuan Zoom.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang menegaskan bahwa pakan merupakan faktor penentu keberhasilan usaha peternakan. Manajemen pakan saat ini tidak lagi bisa dipahami secara sederhana, tetapi harus berbasis pada kebutuhan nutrisi ternak yang seimbang dan tepat guna.
“Pakan bukan hanya soal hijauan, tetapi harus berimbang antara energi, protein, mineral, dan vitamin sesuai kebutuhan ternak. Dengan pakan yang tepat, ternak akan lebih sehat, produktif, dan mampu menghasilkan produksi yang optimal,” katanya. Inneke Kusumawaty.
Kegiatan BoC menghadirkan Rizky Bayu Pradana, Ketua P4S Young Champion sekaligus Founder SRR Farm sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya manajemen pakan modern, mulai dari pemilihan bahan pakan berkualitas, formulasi ransum sesuai fase produksi ternak, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.
“Sebagian besar biaya produksi peternakan berasal dari pakan. Jika dikelola dengan baik dan berbasis nutrisi yang tepat, pakan justru menjadi kunci utama peningkatan produksi dan keuntungan peternak,” kata Rizky Bayu Pradana.
SRR Farm
Lebih lanjut Bayu menekankan pakan yang tepat dan berkualitas akan menghasilkan ternak dengan kualitas yang baik pula. Namun, masih terdapat stigma di kalangan peternak bahwa penggunaan pakan berkualitas identik dengan biaya mahal dan dianggap kurang menguntungkan.
"Akibatnya, tidak sedikit peternak yang memilih memberikan pakan dengan kualitas rendah dan hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi miskin kandungan nutrisi," ungkapnya lagi.
Padahal, pakan yang berkualitas, kata Rizky Bayu Pradana harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ternak dalam satu menu pakan, mulai dari protein, karbohidrat, serat, vitamin, hingga mineral.
Pemberian pakan tidak cukup hanya mengandalkan hijauan semata, karena hijauan pada dasarnya hanya memenuhi kebutuhan serat dan sebagian kecil unsur nutrisi lainnya” pungkas Bayu.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, pengangkatan tema tersebut menunjukkan bahwa pakan memiliki keterkaitan langsung dengan performa ternak di tengah tantangan peternakan dewasa ini.
"Pakan berkualitas akan melahirkan ternak yang sehat, pertumbuhan optimal, serta produk asal hewan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi," katanya lagi.
Melalui kegiatan tersebut, ungkap Inneke Kusumawaty, BPKH Cinagara berharap peternak tidak lagi memandang pakan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi sebagai strategi utama dalam meningkatkan kesehatan ternak, efisiensi usaha, dan produksi peternakan yang optimal serta berkelanjutan. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.