Bukan Sekadar Bertani, Program YESS-SI Siap Cetak Wirausahawan Muda Pertanian
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Selasa, 07 Juli 2026
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso memimpin sosialisasi Program YESS-SI didampingi Konsultan Monitoring dan Evaluasi YESS PPIU Banjarbaru, Buyung Al-Amin dan dihadiri jajaran terkait SMKPPN Sembawa di Banyuasin, Sumsel.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui SMK-PP Negeri Sembawa terus mematangkan persiapan pelaksanaan Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang akan dimulai pada 2027. 

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan sebagai pelaksana Program YESS-SI di Provinsi Sumatera Selatan, sekolah vokasi lingkup Kementan menggelar ´Sosialisasi Proyek Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Generasi Muda Sektor Pertanian (YESS-SI) Tahun Anggaran 2027 pada 6 - 8 Juli 2026 di Banyuasin, Sumsel.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

"Keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, juga oleh kualitas SDM yang memiliki karakter jujur, disiplin dan pekerja keras," katanya.

Mimpi besar kita, ungkap Mentan Amran, adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pemuda merupakan motor penggerak transformasi pertanian Indonesia, sehingga perlu terus difasilitasi melalui peningkatan kapasitas, pendampingan dan akses terhadap peluang usaha.

"Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir," katanya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi utama menyiapkan tenaga kerja dan wirausahawan muda yang kompeten.

Pendidikan vokasi pertanian harus memastikan seluruh instrumen pendukung siap, sehingga Program YESS-SI mampu melahirkan tenaga kerja dan wirausahawan muda yang kompeten serta tersertifikasi," katanya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Program YESS-SI merupakan kelanjutan dari Program YESS yang didukung International Fund for Agricultural Development (IFAD). 

Program YESS-SI menyasar pemuda usia 17 - 39 tahun, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan. 

"Melalui Program YESS-SI, SMK-PP Negeri Sembawa memperkuat perannya mendukung regenerasi petani serta mencetak wirausahawan muda yang mampu mengembangkan usaha pertanian modern, produktif dan berdaya saing," katanya.

Budi Santoso menjelaskan bahwa sosialisasi bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan, menyusun strategi dan merancang langkah implementasi Program YESS-SI secara terpadu.

"Keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, agar mampu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya petani muda dan wirausahawan pertanian di Sumatera Selatan," katanya lagi.

Program YESS-SI

Budi Santoso menegaskan, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting mendukung tumbuhnya petani muda dan wirausahawan pertanian. 

"Program YESS-SI diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, agar terintegrasi secara ekonomi melalui pekerjaan dan kewirausahaan berbasis pertanian," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Konsultan Monitoring dan Evaluasi YESS PPIU Banjarbaru, Buyung Al-Amin, menjelaskan bahwa YESS-SI dirancang untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor modern, menguntungkan, dan menjanjikan. 

Program ini menargetkan keterlibatan sedikitnya 50% perempuan serta membangun ekosistem yang mencakup peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, penguatan kelembagaan, hingga monitoring dan evaluasi yang terintegrasi.

Sosialisasi Program

Budi Santoso mengatakan, selama kegiatan sosialisasi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kelompok sasaran, target dan luaran program, empat komponen utama YESS-SI, pelaksanaan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan bagi pemuda desa, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi capaian program.

"Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, SMK-PP Negeri Sembawa optimistis implementasi penuh Program YESS-SI pada 2027 akan mampu mempercepat lahirnya generasi petani dan wirausahawan muda," katanya.

Tak kalah penting, ungkap Budi Santoso, mengurangi pengangguran di pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan di Sumsel sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 


 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

TERKAIT - RELATED