Mulai Siap Produksi Padi, Program CSR Gairahkan Petani Desa Pincara Luwu Utara
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Rabu, 03 Juni 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Luwu Utara [topi coklat] dialog dengan petani, penyuluh dan tim Brigade Pangan di sela kegiatan peninjauan lapangan di Desa Pincara, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.

 

Luwu Utara, Sulsel (B2B) - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Luwu Utara, mempercepat swasembada pangan nasional khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan hasil nyata. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan di Desa Pincara, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel seluas 80 hektare lahan baru hasil Program CSR kini telah ditanami padi, memasuki fase pertumbuhan yang baik.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa upaya perluasan areal tanam tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan produksi pangan serta memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan potensial.

“Program CSR merupakan langkah konkret pemerintah memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pangan nasional," katanya.

Lahan-lahan baru yang telah berhasil ditanami harus terus dijaga produktivitasnya agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat swasembada pangan Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan lahan baru tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh hingga petani.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan petani memperoleh pendampingan, peningkatan kapasitas, serta dukungan teknologi agar lahan yang dicetak dapat berproduksi secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Sebagai bentuk komitmen mengawal keberhasilan program di lapangan, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Luwu Utara, Jamaluddin Al Afgani, melakukan kunjungan langsung ke lokasi CSR di Desa Pincara pada Minggu (31/5).

Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin meninjau perkembangan pertanaman padi, berdialog dengan petani, serta memastikan proses pendampingan teknis berjalan sesuai rekomendasi budidaya

“Perkembangan CSR di Desa Pincara menunjukkan kemajuan sangat baik. Antusiasme petani tinggi dan lahan yang sebelumnya belum produktif kini telah menjadi sumber produksi baru," katanya.

Kementan terus memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan optimal agar produktivitas lahan dapat maksimal dan memberikan keuntungan bagi petani.

Dia menjelaskan, bahwa BBPP Batangkaluku bersama penyuluh terus melakukan pendampingan mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan benih unggul, pengaturan pola tanam hingga penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi setempat.

Testimoni Petani

Sementara itu, penyuluh pendamping Desa Pincara, Amrullah mengungkapkan bahwa program tersebut telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Masyarakat merasakan langsung manfaat program ini. Selain membuka lahan pertanian baru, program juga meningkatkan semangat petani untuk berusaha tani karena tersedia lahan yang dapat dikelola secara produktif," katanya.

Kementan akan terus mendampingi petani hingga masa panen agar hasil yang diperoleh optimal.

Dengan telah ditanaminya 80 hektare lahan hasil CSR di Desa Pincara, Kabupaten Luwu Utara, diharapkan menjadi model keberhasilan pengembangan lahan pertanian baru di berbagai daerah. 

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi pangan, menyejahterakan petani, serta mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 


 

Luwu Utara, Sulsel (B2B) - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Luwu Utara, mempercepat swasembada pangan nasional khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, mulai menunjukkan hasil nyata. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan di Desa Pincara, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel seluas 80 hektare lahan baru hasil Program CSR kini telah ditanami padi, memasuki fase pertumbuhan yang baik.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa upaya perluasan areal tanam tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan produksi pangan serta memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan potensial.

“Program CSR merupakan langkah konkret pemerintah memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pangan nasional," katanya.

Lahan-lahan baru yang telah berhasil ditanami harus terus dijaga produktivitasnya agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat swasembada pangan Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan lahan baru tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh hingga petani.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan petani memperoleh pendampingan, peningkatan kapasitas, serta dukungan teknologi agar lahan yang dicetak dapat berproduksi secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Sebagai bentuk komitmen mengawal keberhasilan program di lapangan, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Luwu Utara, Jamaluddin Al Afgani, melakukan kunjungan langsung ke lokasi CSR di Desa Pincara pada Minggu (31/5).

Dalam kunjungan tersebut, Jamaluddin meninjau perkembangan pertanaman padi, berdialog dengan petani, serta memastikan proses pendampingan teknis berjalan sesuai rekomendasi budidaya

“Perkembangan CSR di Desa Pincara menunjukkan kemajuan sangat baik. Antusiasme petani tinggi dan lahan yang sebelumnya belum produktif kini telah menjadi sumber produksi baru," katanya.

Kementan terus memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan optimal agar produktivitas lahan dapat maksimal dan memberikan keuntungan bagi petani.

Dia menjelaskan, bahwa BBPP Batangkaluku bersama penyuluh terus melakukan pendampingan mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan benih unggul, pengaturan pola tanam hingga penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi setempat.

Testimoni Petani

Sementara itu, penyuluh pendamping Desa Pincara, Amrullah mengungkapkan bahwa program tersebut telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Masyarakat merasakan langsung manfaat program ini. Selain membuka lahan pertanian baru, program juga meningkatkan semangat petani untuk berusaha tani karena tersedia lahan yang dapat dikelola secara produktif," katanya.

Kementan akan terus mendampingi petani hingga masa panen agar hasil yang diperoleh optimal.

Dengan telah ditanaminya 80 hektare lahan hasil CSR di Desa Pincara, Kabupaten Luwu Utara, diharapkan menjadi model keberhasilan pengembangan lahan pertanian baru di berbagai daerah. 

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi pangan, menyejahterakan petani, serta mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

TERKAIT - RELATED