Akselerasi Kinerja Penyuluh, Kementan Tanam Perdana Lokasi CSR di Gowa Sulsel
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jum'at, 17 April 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Brigade Pangan Gowa mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti foto bersama petani dan penyuluh Sulsel dan Sulbar usai ´Tanam Perdana Padi´ di lokasi CSR Kabupaten Gowa.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku berpartisipasi aktif pada kegiatan ´Tanam Perdana Padi´ di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digelar di Kabupaten Gowa, Kamis (16/4) disertai upaya akselerasi kinerja penyuluh pertanian.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Kabupaten Gowa mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis mempercepat peningkatan produksi pangan nasional menuju swasembada padi berkelanjutan.

Program percepatan swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah seperti dikemukakan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa target swasembada yang sebelumnya dirancang dalam jangka waktu lebih panjang, kini dipercepat melalui berbagai terobosan seperti Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Percepatan Masa Tanam.

“Percepatan tanam dan pemanfaatan lahan secara optimal menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan dalam waktu yang lebih singkat,” katanya.

Kegiatan Tanam Perdana diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dan dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti.

Dalam arahannya, Kabadan menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Seluruh penyuluh di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah diarahkan untuk aktif mendorong petani agar segera melakukan tanam, tidak hanya pada lahan CSR, juga di seluruh potensi lahan yang tersedia.

“Penyuluh harus memastikan petani mau dan mampu melakukan tanam, sekaligus mendampingi hingga tahap perawatan. Tiga bulan ke depan, kita targetkan panen raya dapat terlaksana dengan baik,” kata Kabadan yang akrab disapa Santi.

Dia mengingatkan bahwa tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan fenomena El Nino, harus dihadapi dengan kerja nyata dan kolaborasi yang kuat agar stabilitas pangan nasional tetap terjaga.

Lebih lanjut, Santi menekankan bahwa setiap penyuluh memiliki target kinerja yang harus dipahami dan dilaksanakan secara optimal.

“Setiap penyuluh memiliki target yang jelas. Ini harus menjadi komitmen bersama untuk diwujudkan. Penyuluh harus hadir sebagai problem solver, bukan problem maker, bagi petani,” tegasnya.

BBPP Batangkaluku

Sementara itu, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting meningkatkan semangat penyuluh dan petani untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman.

Menurutnya, keterlibatan BBPP Batangkaluku merupakan bentuk dukungan nyata dalam penguatan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

“Melalui peningkatan kompetensi penyuluh dan petani, kita optimistis dapat mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan,” kata Jamaluddin Al Afgani.

Kegiatan tersebut, ungkapnya lagi, diharapkan tidak hanya menjadi seremoni awal tanam, juga menjadi penggerak utama percepatan produksi pangan serta penguatan peran penyuluh dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 


 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED