Sinergi Kementan & Polri, SMK-PP Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Senin, 26 Oktober 2026
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P [insert, kiri atas] apresiasi dukungan Polda Kalsel untuk meningkatkan kesadaran siswa menaati aturan, menjaga perilaku di sekolah maupun masyarakat serta mengembangkan potensi diri secara positif.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Membentuk generasi muda disiplin, berintegritas dan berperilaku positif menuntut kolaborasi dengan sejumlah pihak. Komitmen tersebut diwujudkan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru dengan Kepolisian RI (Polri) khususnya Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) pada Program ´Polisi Peduli Pelajar´, Senin (26/10).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Program ´Polisi Peduli Pelajar´ bertujuan meningkatkan kesadaran siswa untuk menaati aturan, menjaga perilaku di sekolah maupun masyarakat serta mengembangkan potensi diri secara positif.

Kegiatan ´Polisi Peduli Pelajar´ dibuka oleh Wakil Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru Bidang Kesiswaan, Patmawati mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, yang dihadiri 

pimpinan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalsel, Komisaris Polisi (Kompol) Anna, yang bertindak sebagai pembina upacara. 

Pembinaan karakter tersebut sejalan komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. 

Penguatan SDM dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan vokasi pertanian sebagai fondasi regenerasi pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, lembaga pendidikan vokasi pertanian seperti SMK-PP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berperan penting memajukan sektor pertanian. 

"Pertanian perlu dikelola secara modern dengan dukungan SDM berkualitas yang mampu mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan

(BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran generasi milenial dan Generasi Z melanjutkan pembangunan pertanian Indonesia.

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab strategis mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi langsung dalam pembangunan pertanian.

SMKPPN Banjarbaru

Wakil Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru Bidang Kesiswaan, Patmawati mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana menyambut baik pembinaan tersebut. 

"Kolaborasi Kementan dengan Polda Kalsel menjadi langkah positif untuk membangun karakter siswa yang disiplin, santun, bertanggung jawab, dan mampu memilih kegiatan bermanfaat," katanya mengutip arahan Angga Tri.

Dia berharap kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran siswa untuk menaati aturan, menjaga perilaku di sekolah maupun masyarakat serta mengembangkan potensi diri secara positif.

Melalui program Polisi Peduli Pelajar, kata Patmawati, SMK-PP Negeri Banjarbaru berharap kolaborasi dengan Polda Kalsel dapat memperkuat pendidikan karakter, kesadaran hukum dan kedisiplinan siswa.

"Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi pertanian, juga berintegritas dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa," katanya lagi.

Polda Kalsel

Kompol Anna, pimpinan Biro SDM Polda Kalsel yang bertindak sebagai pembina upacara, mengatakan bahwa para siswa SMKPPN Banjarbaru mendapat pembinaan mengenai kedisiplinan, etika, kesadaran hukum, serta penggunaan teknologi secara bijak.

Dalam arahannya, Kompol Anna mengingatkan siswa untuk menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, seperti penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, tawuran, dan pornografi. 

Dia juga menyoroti bahaya judi online serta konten yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan pelajar.

Kompol Anna mengajak para siswa memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif untuk mendukung pembelajaran, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. 

"Bijak menyebarkan informasi, menghindari komentar negatif, serta tidak mengakses situs terlarang menjadi bagian penting pembinaan karakter di era digital," katanya.

Rekrutmen Polri

Kompol Anna turut menyampaikan informasi penerimaan anggota Polri tahun 2026. 

Siswa yang berminat berkarier di kepolisian didorong mempersiapkan diri melalui peningkatan kemampuan akademik, kebugaran fisik, dan kesehatan. 

Dia menekankan pentingnya kemandirian dan kejujuran dalam mengikuti seleksi tanpa melakukan kecurangan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 


 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED