Kota Bogor, Jabar (B2B) - Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) terus berkembang untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar Workshop bertajuk ´Optimalisasi AI dalam Mendukung Layanan Perpustakaan´ di Kota Bogor pada Rabu (11/3).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharma Putro mengatakan bahwa AI mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian.
Mengingat perannya sebagai Agriculture Knowledge Centre, maka BB Pustaka berupaya mendiseminasikan literasi pertanian kepada petani, penyuluh dan masyarakat dalam pemanfaatan AI.
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa adopsi teknologi berbasis AI bukan sekadar tren, melainkan keniscayaan fundamental untuk mencapai lonjakan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian.
"Didukung AI, diyakini target swasembada pangan akan lebih mudah digapai. Dengan bantuan AI diharapkan produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun,” katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang menekankan pentingnya keselarasan program dalam satu irama dan satu komando.
“Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan," katanya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharma Putro mengatakan salah satu pemanfaatan AI dalam literasi pertanian adalah mengemas informasi pertanian menjadi lebih menarik.
"Perkembangan teknologi AI membuka peluang baru bagi perpustakaan untuk meningkatkan literasi pertanian kepada penyuluh, dan petani an masyarakat," katanya.
Dengan memanfaatan teknologi AI, kata Eko Nugroho, perpustakaan menghadirkan informasi dalam bentuk lebih menarik, cepat dan mudah dipahami bagi penyuluh dan petani sehingga peningkatan produksi dapat terus ditingkatkan.
Dia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi AI menjadi peluang penting memperkuat penyebaran informasi pertanian kepada masyarakat.
“Dengan AI, Kita juga bisa berbagi inovasi dan pengetahuan di bidang pertanian dan dapat terus disebarluaskan kepada stakeholders sebagai bentuk literasi sekaligus pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ungkap Eko Nugroho.
Tantangan Baru
Ketua Kelompok Perpustakaan dan Literasi Pertanian BB Pustaka, Widaryono mengatakan pemanfaatan AI di BB Pustaka sudah mulai diterapkan dalam berbagai proses pengelolaan bahan perpustakaan.
"Mulai dari pengolahan, pengorganisasian seperti klasifikasi, hingga pengolahan data lainnya," katanya.
Praktisi AI dari Universitas Indonesia (UI) Sony Purwoko mengatakan pemanfaatan AI dapat menjadi mitra strategis bagi Kementan dalam meningkatkan layanan informasi.
Teknologi AI membantu mengolah koleksi, merangkum materi hingga mengemasnya menjadi konten yang lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat," katanya.
Sony Purwoko menambahkan, banyak pekerjaan pada banyak bidang yang terbantu dengan adanya AI termasuk pertanian.
”Keberadaan AI memberikan tantangan baru bagi peningkatan produksi pertanian serta literasi media dan informasi,” katanya lagi.
Sony Purwoko menilai keberhasilan pembangunan pertanian saat ini, tergantung pada kemampuan pegawai Kementan dalam memahami AI dan penerapannya.
"Para pegawai dapat memanfaatkan berbagai platform AI, mulai dari alat peringkas seperti Notegpt dan SciSpace, hingga pengemasan konten dalam bentuk infografis, audio, maupun media kreatif lainnya,” ujar Sony.
“Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, seluruh pegawai kementan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan digital serta menghadirkan layanan informasi yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan petani, penyuluh dan masyarakat,” tutupnya.(Ferdiansyah/Shinta/Tim Humas BB Pustaka)
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.