Indragiri Hilir, Riau (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak yang digelar secara nasional pada Jumat (31/7) yang yang dipusatkan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut dilaksanakan serentak pada 25 provinsi.
Gertam Serempak menyasar lahan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024–2025 serta Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan luas tanam, mempercepat musim tanam dan menjaga produktivitas padi nasional.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk mempertahankan tren peningkatan produksi beras nasional.
"Percepatan tanam komoditas padi sawah merupakan kunci menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Setiap hektare lahan yang berhasil ditanami akan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan," ujar Amran.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengatakan Gertam Serempak merupakan gerakan nasional yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
"Gerakan Tanam Serempak merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi semua pihak," kata Arsanti.
Gertam Serempak Riau
Di Provinsi Riau, Gertam Serempak dipusatkan di Brigade Pangan Bina Tani, Desa Kuala Sebatu (Parit Hoyang Bahagia), Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan di Provinsi Riau turut mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPP Lembang, P Adi Destriadi Sutisna mengatakan seluruh areal tanam pada kegiatan tersebut menggunakan metode Pertanian Modern- Advanced Agricultural System (PM-AAS) dengan sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan varietas Cakrabuana.
"Penerapan PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi budidaya, serta mendukung percepatan peningkatan produksi padi di wilayah Oplah," katanya.
Adi Destriadi Sutisna mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk terus mengawal implementasi program strategis Kementan.
"Kita harus terus mendorong pertanaman di wilayah Oplah dengan metode PM-AAS. Seluruh target tanam harus dapat direalisasikan agar lahan-lahan pertanian kembali hijau dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya lagi.
Gertam Serempak di Riau dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir, Asisten Daerah II, Kepala BBRMP Riau, Plt Kepala BBPP Lembang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, unsur TNI-Polri, Perum Bulog, camat, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta perwakilan kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Melalui Gertam Serempak dengan penerapan metode PM-AAS, Kementan optimistis percepatan tanam di berbagai sentra produksi akan terus meningkatkan produksi padi nasional.
"Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani Indonesia," ungkap Adi Destriadi Sutisna. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
Indragiri Hilir of Riau [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.