`Campus Hiring`, Polbangtan Bogor Perkuat Sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Sabtu, 01 Agustus 2026
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan dari kegiatan Campus Hiring, peserta berkesempatan mengenal profil perusahaan, menjalin jejaring profesional, dan mengikuti seleksi kerja sesuai kompetensi yang dimiliki. Selain proses rekrutmen, juga sarana bagi perusahaan, untuk mengenal langsung kualitas lulusan Polbangtan Bogor.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri melalui penyelenggaraan ´Campus Hiring´ yang menghadirkan berbagai perusahaan dari sektor pertanian, peternakan, hingga industri pendukung. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, kegiatan ´Campus Hiring´ menjadi wadah strategis bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni untuk memperoleh informasi karir sekaligus mengikuti proses rekrutmen secara langsung dari perusahaan mitra.

Kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Menteri Pertanian RI (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menggarisbawahi pentingnya penguatan SDM lewat pendidikan vokasi. Kurikulum yang diterapkan di Polbangtan telah disusun secara adaptif dan berbasis pada kebutuhan industri pertanian modern. 

"SDM adalah penggerak utama pembangunan pertanian. Mereka harus tangguh, berkualitas, dan siap menjadi motor swasembada pangan nasional," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mendukung penuh visi akademik Polbangtan. Pasalnya, SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian modern. 

"Apabila ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya. Kolaborasi multisektor melalui sinergi akademik, industri dan regulasi adalah kunci mewujudkan pertanian masa depan yang maju, mandiri dan modern," katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, Campus Hiring merupakan salah satu bentuk implementasi program link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia kerja. 

"Polbangtan Bogor berupaya mempertemukan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja profesional, sehingga proses transisi lulusan ke dunia kerja dapat berlangsung lebih cepat dan efektif," katanya.

Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut antara lain Peshtigo, PT Syngenta Indonesia, PT Rabana Agro Resources, PT Benih Citra Asia (Bintang Asia), PT Daya Santosa Rekayasa, PT Professional Machinery, Taman Safari Indonesia, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra. 

"Kehadiran sejumlah perusahaan tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi peserta untuk memilih bidang pekerjaan sesuai kompetensi dan minatnya," katanya.

Dari kegiatan Campus Hiring, peserta berkesempatan mengenal profil perusahaan, menjalin jejaring profesional, serta mengikuti seleksi kerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 

"Selain kegiatan proses rekrutmen, juga menjadi sarana bagi perusahaan, untuk mengenal lebih dekat kualitas lulusan Polbangtan Bogor, yang telah dibekali kompetensi teknis, keterampilan praktis serta sertifikasi profesi sesuai bidang keahlian masing-masing," ungkap Yoyon Haryanto.

Dunia Kerja dan Usaha
Kegiatan Campus Hiring diharapkan dapat mempercepat penyerapan lulusan Polbangtan Bogor ke dunia kerja sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di berbagai sektor. 

"Di sisi lain, Campus Hiring menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi menghasilkan SDM yang mampu menjawab tantangan perkembangan dunia usaha dan dunia industri," kata Yoyon Haryanto.

Penyelenggaraan Campus Hiring merupakan wujud komitmen Polbangtan Bogor menghasilkan lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan industri, serta mampu berkontribusi mendukung pembangunan pertanian dan sektor terkait di Indonesia melalui kolaborasi yang erat dengan dunia usaha dan dunia industri.

Yoyon Haryanto mengapresiasi seraya mendoakan lulusan Polbangtan Bogor diterima dan bisa masuk di perusahaan-perusahaan tersebut. Lulusan Polbangtan Bogor merupakan bagian SDM pertanian yang siap kerja, terlatih dan memiliki sertifikasi profesi serta keahlian yang lengkap sesuai jurusan pendidikan yang diambil. 

“Diharapkan lulusan Polbangtan yang menjadi jobseeker bisa terserap semua di perusahaan-perusahaan mitra. Bahkan sebagian besar sepertinya sudah mendapatkan kerja sebelum lulus,” harapnya.

Dia menambahkan, melalui pelaksanaan Campus Hiring berkelanjutan, Polbangtan Bogor berharap hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri semakin kuat sehingga mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan. 

"Sinergi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya serap alumni, juga memastikan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kompetensi yang relevan, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia. [and/wisda/timhumas polbangtanbogor]


 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

TERKAIT - RELATED