Kawal Brigade Pangan Jabar, UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Sabtu, 30 Mei 2026
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan penyelenggaraan di BPP Kecamatan Parigi, peserta mempraktikkan cara menerbangkan drone pertanian untuk kegiatan penanaman dan pemupukan, pembuatan irigasi berselang (AWD) dan pengamatan ekosistem padi.

 

Ciamis, Jabar (B2B) - Sebanyak 164 penyuluh pertanian dari tiga kabupaten di Provinsi Jawa Barat yakni Kabupaten Bandung, Ciamis dan Pangandaran mengikuti ´Pelatihan Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian´ selama tiga hari, 19 - 21 Mei 2026, yang digelar oleh  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT0 Pelatihan Kementerian Pertanian RI.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan pelatihan dibagi empat angkatan yang dilaksanakan pada lima Balai 
Penyuluhan Pertanian (BPP) yakni BPP Kecamatan Parigi dan Kecamatan Karangtengah di Kabupaten Pangandaran, BPP Kecamatan Ciamis dan BPP Kecamatan Kawali di Kabupaten Ciamis dan BPP Kecamatan Solokan Jeruk di Kabupaten Bandung.

Upaya akselerasi memperkuat swasembada pangan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, juga kesiapan SDM yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.

“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan Kementan berupaya akselerasi langkah memperkuat swasembada pangan berkelanjutan dengan memperkuat kapasitas SDM pertanian.

"Penyuluh pertanian harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi serta kebijakan pembangunan pertanian terkini," katanya.

Ajat Jatnika berharap para penyuluh mampu menjadi agen perubahan yang aktif mendampingi petani meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani dan kesejahteraan masyarakat pertanian,” katanya.

Harapan serupa dikemukakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Ciamis, Ape Ruswandana saat membuka pelatihan di BPP Kecamatan Ciamis agar pelatihan mampu memberi manfaat bagi peserta, utamanya bagi petani di wilayah binaan masing-masing.

Materi Pelatihan
Selama pelatihan, peserta diberikan materi baik teori maupun praktik diantaranya materi Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Peran Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan.

Tak kalah penting materi tentang Manajemen Pengelolaan Brigade Pangan, Pemupukan Berimbang, Penanaman, Pengendalian OPT, Administrasi Kelompok, Penerapan Teknologi Pertanian Modern, Digitalisasi Penyuluhan dan Sistem Informasi Pertanian.

Mekanisasi dan iklim tercakup pada materi Manajemen Pengelolaan Alsintan, Pemeliharaan dan Perawatan Traktor Roda 2, dan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Budidaya Padi.

Sesi Praktik
Pada sesi praktik, penyelenggaraan di BPP Kecamatan Ciamis, fasilitator mengajak peserta mempraktikkan perbanyakan Trichoderma yang berperan sebagai agensia hayati baik untuk pertumbuhan tanaman dan dapat mencegah penyakit pada tanaman. 

Selain itu, praktik membuat bioherbisida yang langsung diterapkan untuk memangkas gulma yang kerap mengganggu pertumbuhan tanaman yang sedang dibudidayakan.

Sementara itu, penyelenggaraan di BPP Kecamatan Parigi, peserta mempraktikkan cara menerbangkan drone pertanian untuk kegiatan penanaman dan pemupukan, pembuatan irigasi berselang (AWD) dan pengamatan ekosistem padi.

Di lokasi pelatihan lainnya yaitu di BPP Kecamatan Solokan Jeruk, peserta mempraktikkan seleksi benih padi dan di BPP Kecamatan Kawali, peserta mempraktikkan pemupukan berimbang.

Testimoni Peserta
Deden Fajar Arif, penyuluh pertanian yang bertugas di Kecamatan Ciamis, mengatakan pelatihan sangat bermanfaat, yang akan kami sampaikan kembali kepada petani di wilayah binaan masing-masing.

Pernyataan serupa dari peserta lainnya, Isak Arip Hidayat, dari Pangandaran mengucapkan terima kasih pada Kementan khususnya BBPP Lembang dan seluruh fasilitator.

"Pelatihan menjadi bekal bagi penyuluh untuk transfer teknologi kepada petani agar petani dapat meningkatkan produksi dan produktivitasnya serta kesejahteraannya," katanya.

Supriyadi, penyuluh pertanian dari Kecamatan Panawangan juga menyampaikan kesannya, pelatihan bermanfaat sebagai bekal mendampingi petani untuk kemajuan pembangunan pertanian di Indonesia. 

"Semoga ke depan, ada pelatihan lanjutan untuk memaksimalkan peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani,” katanya. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 


 

Ciamis of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

TERKAIT - RELATED