Mahasiswa Unsil Tasikmalaya Belajar Pertanian Modern di UPT Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jum'at, 11 September 2026
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi Katimker Program dan Kerjasama, Yanissa NK menerima ´Kunjungan Edukatif´ mahasiswa/i Unsil Tasikmalaya, untuk memperluas wawasan dan keterampilan pertanian melalui pembelajaran langsung di lapangan.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima ´Kunjungan Edukatif´ 122 mahasiswa/i Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, pada Rabu (9/9). 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan ke-122 mahasiswa/i Unsil Tasikmalaya hadir didampingi sejumlah dosen. Mereka mengikuti sejumlah kegiatan pembelajaran dan praktik lapangan, untuk mengenal teknologi pertanian modern secara langsung.

Kegiatan ´Kunjungan Edukatif´ merupakan salah satu bentuk kerja sama dan keterbukaan BBPP Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan d Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar) memberikan ´ruang pembelajaran´ bagi generasi muda. 

Hal tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis, sebagai penggerak perekonomian nasional sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.

“Sektor pertanian akan mampu mengubah republik ini melalui keunggulan sumber daya manusia pertanian,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.

BBPP Lembang

Rombongan mahasiswa Unsil Tasikmalaya diterima resmi di Ruang Kelas Krisan 2 dan 3 oleh Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori, didampingi Ketua Tim Kerja (Katimker) Program dan Kerja Sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi.

Dalam sambutannya, Ahmad Dedy Syathori apresiasi kunjungan mahasiswa Unsil Tasikmalaya, seraya menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka bagi mahasiswa yang ingin memperluas wawasan dan keterampilan pertanian melalui pembelajaran langsung di lapangan.

“BBPP Lembang membuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu pertanian secara langsung di lapangan," katanya.

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, BBPP Lembang merupakan UPT Pelatihan lingkup Kementan, yang membuka banyak kesempatan melalui kegiatan pelatihan, kunjungan hingga Praktik Kerja Lapang (PKL) bagi mahasiswa.

Dia juga memperkenalkan sejumlah sarana pembelajaran dan fasilitas pertanian yang tersedia di Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang.

Kenali Hidroponik

Ketua Jurusan Pendidikan Biologi Unsil Tasikmalaya, Mufti Ali didampingi Guru Besar, Wahidin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan kali pertama bagi mereka berkunjung ke BBPP Lembang.

“Kunjungan kali ini sebagai bentuk dukungan nyata, agar mahasiswa dapat belajar langsung melalui praktik dan melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Mufti Ali.

Setelah sesi penerimaan, kegiatan dilanjutkan pemaparan materi oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan, yang menjelaskan manfaat dan penerapan sistem hidroponik, khususnya pada komoditas kentang.

Selanjutnya, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti praktik lapangan. Di kawasan screen house hidroponik, mahasiswa belajar membuat instalasi hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique (DFT).

Petugas lapangan menjelaskan tahapan perakitan instalasi DFT menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. 

"Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan teknologi secara mandiri, untuk diterapkan di lingkungan kampus maupun skala rumah tangga," kata Hendra Gunawan.

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan tentang penggunaan nutrisi AB mix dan pengelolaannya untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil budidaya hidroponik yang optimal.

Pupuk Kompos

Selain hidroponik, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik pembuatan pupuk kompos. Di area pengolahan kompos, mahasiswa mengamati sekaligus praktik proses pemanfaatan sisa pakan ternak yang dicampur bahan organik lainnya.

Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri, menjelaskan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, merupakan salah satu upaya menerapkan konsep zero waste dalam pertanian, yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, praktik tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana limbah pertanian dan peternakan dimanfaatkan kembali menjadi input yang bernilai guna bagi kegiatan budidaya.

Melalui Kunjungan Edukatif tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman akademis di ruang kelas, juga keterampilan praktis di bidang teknologi pertanian modern.

Testimoni Mahasiswa

Nabila dan Dewita, mahasiswi Unsil Tasikmalaya mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Pembelajaran secara langsung membuat materi yang sebelumnya dipahami secara teori menjadi lebih mudah dipahami, karena dilakukan langsung di area ternak.

“Kami telah melihat dan mempraktikkan langsung proses pembuatan instalasi hidroponik DFT. Penjelasannya sangat mudah dipahami dan kami juga ikut mencoba praktik penanaman," katanya.

Pengalaman tersebut, mereka harapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pengembangan pertanian yang inovatif, produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 


 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED