Ilmuwan Amerika Ungkap Manusia Cenderung Melihat Sisi Baik Antagonis di Film
Humans will Always See the Good Side to Villains and Bad Guys

Editor : Ismail Gani
Translator : Novita Cahyadi
Kamis, 22 Desember 2022
PENELITI AMERIKA: Dari Voldemort (kiri bawah) hingga The Joker (kiri atas) hingga Ursula di Little Mermaid (kanan atas), sebuah studi baru menemukan bahwa manusia terprogram untuk melihat kebaikan bahkan dalam karakter yang paling buruk sekalipun. (Foto: MailOnline)

TERLEPAS dari semua kejahatan dan perbuatan salah mereka, semua orang diam-diam menyukai penjahat, dan sekarang para ilmuwan telah menemukan alasannya.

Dari Voldemort hingga The Joker hingga Ursula di Little Mermaid, sebuah studi baru menemukan bahwa manusia terprogram untuk melihat kebaikan bahkan dalam karakter yang paling buruk sekalipun.

Penelitian, yang dilakukan oleh University of Michigan, menemukan bahwa tidak peduli seberapa cacat, haus kekuasaan, atau penjahat film yang egois, kebanyakan dari kita masih tertarik pada sisi gelap mereka karena kami yakin mereka pasti memiliki semacam kualitas penebusan.

´Dengan kata lain´, penulis utama studi Valerie Umscheid menjelaskan, ´orang-orang percaya ada ketidakcocokan antara perilaku luar penjahat dan batin mereka, diri sejati, dan ini adalah celah yang lebih besar untuk penjahat daripada pahlawan.´

Dalam studi tersebut, para peneliti mensurvei 434 anak berusia empat hingga 12 tahun, dan 277 orang dewasa untuk melihat bagaimana orang memproses tindakan antisosial, dan terkadang mengerikan, yang dibuat oleh karakter jahat.

Itu melihat bagaimana penilaian anak-anak dan orang dewasa berubah ketika disajikan dengan pahlawan fiksi yang akrab dan baru.

Studi kasus penjahat yang digunakan dalam penelitian ini termasuk Ursula dari The Little Mermaid Disney dan Captain Hook dari Peter Pan.

Sementara itu, hero mereka antara lain Woody dari Pixar´s Toy Story, dan Marvel´s Spiderman.

Bagian pertama dari penelitian ini dirancang untuk menguji apakah anak-anak melihat penjahat mampu memiliki sikap prososial terhadap orang lain, khususnya individu yang berpikiran sama, seperti dilansir MailOnline.

Para peneliti menempatkan penjahat dalam situasi di mana mereka dapat berperilaku prososial atau tanpa perasaan terhadap sesama penjahat, atau terhadap hewan peliharaan mereka sendiri.

´Pertimbangan apakah anak-anak melihat penjahat memiliki "titik lemah" untuk roh sejenis itu penting dalam mengeksplorasi batas prediksi perilaku negatif anak-anak tentang karakter antisosial," jelas para peneliti dalam penelitian yang dipublikasikan di Cognition.

Bagian kedua dan ketiga dari studi menilai keyakinan peserta tentang diri sebenarnya dari penjahat, yang mencerminkan perbedaan dalam bagaimana mereka memproyeksikan karakter jahat mereka ke dunia dan bagaimana perasaan mereka di dalam.


DESPITE all of their evils and wrong doings, everyone secretly loves a villain, and now scientists have found out why.

From Voldemort to The Joker to Ursula in the Little Mermaid, a new study has found that humans are hardwired to see the good in even the most awful of characters.

The research, conducted by the University of Michigan, found that no matter how flawed, power hungry or egotistical movie villains are, most of us are still attracted to their dark side as we believe they must have some sort of redeeming quality.

´In other words´, lead author of the study Valerie Umscheid explained, ´people believe there is a mismatch between a villain´s outward behaviors and their inner, true self, and this is a bigger gap for villains than for heroes.´

In the study, the researchers surveyed 434 children aged four to 12, and 277 adults in order to see how people process antisocial, and sometimes terrible, acts made by evil characters.

It looked at how children and adults´ judgement changed when presented with familiar and novel fictional heroes.

Villain case studies used in the study included Ursula from Disney´s The Little Mermaid and Captain Hook from Peter Pan. 

Meanwhile, their heroes included Woody from Pixar´s Toy Story, and Marvel´s Spiderman.

The first part of the study was designed to test whether children viewed villains as being capable of having prosocial attitudes toward others, specifically like-minded individuals. 

The researchers put the villains in situations where they could behave either prosocially or callously towards a fellow villain, or toward their own pet. 

´The consideration of whether children view villains as having a "soft spot" for such kindred spirits is important in exploring the limits of children´s negative behavioral predictions about antisocial characters,´ the researchers explained in the study, published in Cognition. 

The second and third parts of the study assessed the participants´ beliefs about the true selves of villains, which reflected the differences in how they project their villainous character to the world and how they feel on the inside. 

TERKAIT - RELATED