BOC Vol. 363 BBPP Batangkaluku Bahas Strategi UMKM Tembus Ekspor
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Minggu, 23 Agustus 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani membuka BOC Vol. 363, temanya dekat pada kebutuhan pelaku usaha saat ini, disertai sharing pengalaman dari narasumber sebagai inspirasi baru bagi pelaku UMKM dan penyuluh pertanian.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar webinar Bertani on Cloud (BOC) sebagai ruang berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi insan pertanian dan pelaku usaha. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, memasuki Volume 363, BOC kali ini mengangkat tema ´Strategi Branding dan Pemasaran Produk UMKM untuk Pasar Ekspor´ pada Kamis (20/8).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pelaku UMKM yang telah menembus pasar ekspor menjadi bukti nyata bahwa pertanian kini bukan hanya penyedia pangan, juga penggerak utama ekonomi rakyat.

“Kita tidak boleh hanya berpikir menanam dan panen. Pertanian harus memberi nilai tambah. Kita dorong hilirisasi dan ekspor agar petani menikmati hasil yang lebih besar,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan upaya mendorong produk pertanian Indonesia menembus pasar global, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya pertemukan inovasi, teknologi, pasar dan kebijakan pengembangan usaha pertanian. 

"Peluang ekspor harus dapat diakses oleh lebih banyak pelaku usaha, melalui BoC, peserta diajak memahami bahwa branding bukan sekadar logo atau kemasan, tetapi bagaimana sebuah produk memiliki identitas, cerita, kualitas, dan nilai yang mampu melekat di benak konsumen," katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya mengatakan, sharing pengalaman dari narasumber dapat menjadi inspirasi baru bagi pelaku UMKM dan penyuluh pertanian.

"Pemahaman tersebut semakin penting ketika produk UMKM dipersiapkan untuk memasuki pasar ekspor dengan karakter konsumen lebih beragam dan standar lebih kompetitif," katanya.

Mengusung tema yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini, ungkap Jamaluddin Al Afgani,

BOC Volume 363 membahas pentingnya membangun identitas produk yang kuat serta menyusun strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, UMKM juga dituntut mampu membangun merek yang memiliki daya tarik dan nilai jual di tengah persaingan pasar global," katanya lagi.

Strategi Pemasaran

Ahmad Azhar Rasak, founder PT. Sitinaja Global Ekspor, yang hadir selaku narasumber mengatakan, 

selain penguatan branding, strategi pemasaran juga menjadi bagian penting pembahasan. 

"Pemanfaatan kanal digital, pemilihan target pasar, komunikasi produk, hingga kemampuan membangun kepercayaan konsumen menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sesuai dengan pemaparan narasumber," katanya.

Ahmad Azhar Rasak mengajak para penyuluh diharapkan dapat memberikan informasi kepada petani-petani atau pelaku usaha yang menjadi binaan penyuluh, sehingga kita berharap di masa akan datang semakin banyak pelaku usaha yang bisa menembus pasar ekspor.

Jamaluddin Al Afgani mengungkapkan bahwa bidang pertanian merupakan salah satu bidang yang masih sangat terbuka peluang dari aspek hulu hingga hilir.

"Oleh karena itu, BOC Volume 363 menjadi salah satu bentuk komitmen BBPP Batangkaluku memperluas akses pembelajaran dan sharing informasi bagi masyarakat," sebutnya.

Dengan mengangkat tema pemasaran dan ekspor, BOC Volume 363 diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, juga mendorong lahirnya produk-produk UMKM pertanian yang semakin kuat secara branding, kompetitif dalam pemasaran, dan siap bersaing di pasar global. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 


 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED