Lulusan Terbaik, SMKPP Negeri Kementan Monev Siswa PKL ke Iduka
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Rabu, 27 Agustus 2025
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, hampir dua bulan magang berlalu, pihaknya kunjungi lokasi magang siswa/i untuk monitoring dan evaluasi [Monev].

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

Maka, untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan pendidikan vokasi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian. Peningkatan produksi padi diharapkan dapat menjawab tantangan semakin meningkatnya kebutuhan pangan nasional dari tahun ke tahun.

Ada pun peningkatan produksi padi dapat dicapai dengan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi yang berkelanjutan dan efisien melalui pengembangan Pertanian Modern. 

"Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan turut menentukan arah pembangunan pertanian. Oleh sebab itu, kita berharap para generasi muda bisa memperkaya diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam arahannya juga mengatakan untuk mendorong agar vokasi pertanian melakukan link and match dengan industri salah satunya dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni memgatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah naungan BPPSDMP Kementan, terus mempersiapkan lulusannya dengan baik, 

"Salah satunya dengan kegiatan PKL ke Industri dan Dunia Kerja atau Iduka dan wilayah Brigade Pangan," katanya.

Yudi Astoni menambahkan, PKL atau magang bagi siswa Kelas XII Tahun Pelajaran (TP) 2025/2026 SMKPP Negeri Banjarbaru, dilakukan ke berbagai tempat di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Hampir dua bulan magang telah berlalu, kali ini SMKPP Negeri Banjarbaru melakukan kunjungan di lokasi magang siswa untuk melakukan monitoring pelaksanaan magang, yang di mulai Senin, (25/08/2025) sampai Rabu, (27/08/2025).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita menyampaikan bahwa kegiatan ini berupa monitoring, evaluasi, pendalaman kompetensi, konsultasi dan pemberian motivasi pada siswa PKL. 

"Kegiatan ini dilakukan secara langsung di tempat magang oleh guru SMKPP Negeri Banjarbaru," katanya.

Ditambahkan oleh Kepala Sekolah, Yudi Astoni di setiap kesempatan menyampaikan, para siswanya di masa depan harus menjadi lulusan atau alumni yang mempunyai kompetensi baik hard skill maupun soft skill.

"Tentunya berdaya saing, berkarakter serta siap menjadi job creator atau job seeker," ungkapnya.

Adapun lokasi magang siswa yang dikunjungi di antaranya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Perusahaan Tanaman Kelapa Sawit (PT. CPKA, PT. GMK, PT. KJW), Hotel (Rodhita, Qin), BSPJI, Cafe Setara, ABBA Coklat, Wulandari Catering, dan PT. Sarigading.

PKL di tahun 2025 ini diikuti sebanyak 83 orang siswa Kelas XII, dengan rincian Agibisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sebanyak 30 orang, Agibisnis Tanaman Perkebunan sebanyak 32 orang, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian sebanyak 21 orang. [Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru]

 


Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED