Tanah Laut, Kalsel (B2B) - Regenerasi petani dan penumbuhan jiwa wirausaha pertanian menjadi fokus dari program Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya dengan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang merupakan kerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.
Ditambahkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa Program YESS menjadi salah satu barometer menciptakan petani milenial.
"Tujuannya, mampu memberdayakan sumber daya alam dengan kekuatan SDM pada dunia bisnis bagi pemuda tani di pedesaan," katanya.
Seperti diketahui, SMKPP Negeri Banjarbaru, ditunjuk sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari Program YESS untuk Provinsi Kalimantan Selatan.
Bantuan Luar Negeri
PPIU Kalsel di akhir Program YESS kembali mengadakan kegiatan bersama IFAD, yang dilaksanakan pada tiga kabupaten penerima manfaat Program YESS yaitu Kabupaten Tanah Laut, Banjar dan Tanah Bumbu.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni selaku Penanggung Jawab (PJ) Program YESS Kalsel mengatakan, kegiatan tersebut dalam kaitan pelaksanaan Implementation Support Mission oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). Guna meninjau perkembangan pembentukan dan operasionalisasi Brigade Pangan.
"Berkenaan dengan rencana penyediaan dukungan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang pengadaannya bersumber dari anggaran Pinjaman Luar Negeri Program YESS," katanya.
Yudi Astoni menambahkan, selama tiga hari, 7 - 9 Agustus 2025, tim PPIU Kalsel bersama IFAD melaksanakan kunjungan ke Brigade Pangan di Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan tersebut, ungkap Yudi Astoni, sebagai dukungan IFAD dan Program YESS menyukseskan swasembada pangan di Kalimantan Selatan. Hadir BBPP Binuang dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut.
Dalam kegiatan tersebut, IFAD dan Program YESS memberikan pengarahan dan pembekalan mengenai kegiatan Optimasi Lahan atau Oplah yang akan dilakukan oleh Kelompok Brigade Pangan bersama Penerima Manfaat Program YESS.
Project Manager Program YESS Kalsel, Angga Tri Aditia Permana menyampaikan, kita akan bersama-sama menyimak dan mendalami arahan serta berbagai hal penting yang ingin disampaikan terkait dua aspek krusial dalam pengelolaan pertanian yaitu Oplah.
”Adapun topik ini memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas dan keberlanjutan usaha tani, khususnya dalam konteks peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan kapasitas petani dan kelompok brigade pangan binaan," katanya.
Kegiatan tersebut, ungkap Angga Tri menjadi kesempatan bagi para kelompok BP dan Penerima Manfaat Program YESS dalam menyampaikan kondisi terkini usaha tani yang mereka jalani dan menyampaikan apresiasi serta saran mengenai keberlanjutan program YESS kedepannya. [Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru]
Tanah Laut of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.