UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pertanian Modern pada Pelajar Bandung
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Senin, 22 Juni 2026
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan pengenalan pertanian sejak dini diharapkan menumbuhkan minat generasi muda pada pembangunan pertanian, mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang terus mendorong regenerasi petani dengan mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan ´Edukasi Pertanian´ yang diikuti 43 siswa SD dan SMP dari Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC) Kota Bandung di BBPP Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Rabu (17/6).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk menjawab tantangan masa depan.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” jelas Arsanti.

BBPP Lembang

Kunjungan edukatif tersebut disambut oleh jajaran manajemen BBPP Lembang dipimpin oleh Widyaiswara Ahli Madya/Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan, Ridwan Wardiana mewakili Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.

Perwakilan guru pendamping SSC, Widya Perdana Sari, menyampaikan bahwa proses pembelajaran di SSC tidak hanya dilakukan di dalam kelas, juga melalui kegiatan tematik di lapangan agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal berbagai aktivitas agribisnis yang berlangsung di Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang. 

Mereka berinteraksi langsung dengan petugas lapangan untuk mempelajari budidaya tanaman hortikultura serta berbagai inovasi pertanian yang diterapkan.

Di area screen house tanaman hias, pelajar mendapatkan praktik perbanyakan tanaman kaktus melalui teknik grafting atau sambung tempel.

Sementara itu, di kawasan Rumah Pangan Lestari (RPL), siswa diperkenalkan pada pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran melalui sistem konvensional maupun teknologi hidroponik seperti Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT).

Pupuk Hayati

Pembelajaran kemudian berlanjut di rumah kompos. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pembuatan pupuk organik serta pemanfaatan agens hayati Trichoderma

Teknologi ini menjadi salah satu inovasi BBPP Lembang melalui produk Kom-Mix Hayati, yaitu kompos yang diperkaya pupuk hayati untuk membantu meningkatkan kesehatan tanaman.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada budidaya anggur yang dikembangkan di dalam screen house.

Petugas menjelaskan teknik pemeliharaan tanaman, termasuk pentingnya pemangkasan (pruning) secara berkala untuk menghasilkan buah yang berkualitas.

Pengolahan Hasil

Kunjungan ditutup di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Widyaiswara dan petugas memperkenalkan berbagai produk olahan hasil pertanian yang dikembangkan BBPP Lembang, seperti es krim, sorbet, manisan terung, cabai blok, dan stik wortel. 

Beragam produk tersebut menarik perhatian peserta yang berkesempatan mencicipi hasil olahan secara langsung.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan melalui kegiatan edukasi tersebut, Kementan berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal pertanian sebagai sektor modern, inovatif, dan memiliki prospek yang menjanjikan. 

Pengenalan pertanian sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 


 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED