Tangkal Judol, Kementan Perkuat Integritas Pegawai UPT Pelatihan di Gowa Sulsel
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Sabtu, 12 September 2026
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani didampingi Kabag Umum, Rosdiana [tengah] dan para pejabat fungsional beserta jajaran seusai ´Penandatanganan Pakta Integritas Menolak Judi Online´ pada lingkup UPT Pelatihan Kementan di Kabupaten Gowa, Sulsel.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memperkuat pembinaan pegawai melalui kegiatan pembinaan dan ´Penandatanganan Pakta Integritas Menolak Judi Online´ sebagai bentuk komitmen bersama mencegah serta menolak praktik judi online di lingkungan kerja, Senin (7/9/2026).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan ´Penandatanganan Pakta Integritas´ menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan integritas seluruh pegawai agar tidak terlibat dalam aktivitas judi online.

Judi online berdampak negatif, baik terhadap kehidupan pribadi, keluarga, maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah khususnya pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada judi online tidak dapat ditoleransi, karena bertentangan dengan nilai kedisiplinan, tanggung jawab pelayanan publik, serta keteladanan sebagai pegawai pemerintah.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa BPPSDMP mengusung semangat Inklusif, Profesional, dan Modern, yang tidak akan tercapai jika masih ada pegawai yang terjerat judi online.

“Gerakan Zero Toleransi terhadap Judol harus menjadi budaya di setiap unit kerja. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga institusi dari segala bentuk perjudian,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam arahannya pada kegiatan ´Penandatanganan Pakta Integritas´ menegaskan bahwa integritas merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. 

Kegiatan ´Penandatanganan Pakta Integritas´ dihadiri Kabag Umum, Rosdiana; Katimker Pengelolaan SDM dan TU, Nenny Slaviaty; Katimker BMN dan Rumah Tangga, Ardinayanti; Katimker Keuangan, Tajuddin; Katimker Aparatur dan Non Aparatur, Hari Ismanto; Katimker Sertifikasi Profesi, Rezki Yulianti; Katimker Evalap, Rizal Kadri; Katimker Program dan Kerjasama, I Gde Mahardika Atmaja; Kakelsi Program dan Evaluasi, Fitriani Kakelsi Penyelenggaraan Pelatihan, Yuli Nurnaningsih beserta seluruh jajaran masing-masing.

Pegawai tidak hanya dituntut memiliki kinerja baik, juga harus mampu menjaga perilaku dan menjauhi berbagai aktivitas yang dapat merusak kredibilitas pribadi maupun institusi.

"Kalau ada hal-hal yang disinyalir itu masuk kategori judi, seluruh permainan yang menyangkut top up, setoran dana yang dimana permainan itu ada spekulasi perjudian, maka mari dihentikan," katanya.

Jamaluddin Al Afgani memaparkan bahwa judi online merusak mental, merusak keluarga, merugikan ekonomi, berisiko hukum dan menyebabkan ASN tidak produktif.

Perbuatan Haram

Judi online tidak hanya dilarang oleh negara, baik melalui undang-undang dan peraturan pemerintah, semua agama juga melarang perbuatan judi.

Jamaluddin Al Afgani memotivasi seluruh pegawai untuk saling mengingatkan, berikhtiar, dan menjaga agar tidak ada tindakan yang mengarah kepada bentuk perjudian.

Melalui penandatanganan Pakta Integritas, katanya, seluruh pegawai BBPP Batangkaluku menyatakan komitmennya untuk tidak melakukan, mendukung, maupun terlibat dalam aktivitas judi online serta turut menciptakan lingkungan kerja yang sehat, berintegritas, dan bebas dari praktik perjudian.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam membangun aparatur yang profesional dan berintegritas, sehingga pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 


 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED