Keren !!! Lulus dari SMK-PP Kementan langsung Dibidik Kampus dan Dunia Industri
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Rabu, 13 Mei 2026
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. menandatangani Dokumen Pengukuhan dan Pelepasan 82 lulusan pendidikan vokasi Kementan di Kota Banjarbaru, Kalsel yang dinyatakan lulus 100%.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pelepasan 82 siswa kelas XII  SMK-PP Negeri Banjarbaru Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dinyatakan lulus 100%, menandai komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkuat regenerasi petani melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan ke-82 lulusannya terdiri atas 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dan 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) mencatat sejumlah prestasi lanjutan pendidikan dan penyerapan kerja. 

Sebanyak 13 lulusan diterima perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 setelah lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Sebanyak 17 lulusan melanjutkan pendidikan tinggi vokasi pertanian lingkup Kementan yakni Polbangtan Bogor tiga lulusan, PEPI Serpong (2), Polbangtan Malang (3), Polbangtan YoMa (9) sementara enam lulusan diterima bekerja pada sektor pertanian.

Capaian tersebut sejalan dengan program Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mencetak 2,5 juta petani milenial guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul dari generasi muda produktif.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting mencetak petani milenial yang kompeten, adaptif dan berdaya saing tinggi.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang tidak hanya lulus secara akademik, juga memiliki kompetensi profesional di bidang pertanian.

Komitmen SMK-PP Negeri Banjarbaru diwujudkan melalui kegiatan pengukuhan dan pelepasan 82 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dinyatakan lulus 100 persen. Kegiatan berlangsung di halaman kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (12/5).

“Hari ini kami mengukuhkan dan melepas 82 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Mereka tidak hanya dibekali ijazah, juga sertifikat kompetensi profesi bidang pertanian sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia usaha,” katanya.

Kegiatan pengukuhan dan pelepasan 82 siswa kelas XII dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, perwakilan Pemkot Banjarbaru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Kalsel, UPT Kementan lingkup Kalsel, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi), Penerima Manfaat Program YESS, alumni dan mitra kerja lainnya.

“Kami berharap para lulusan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjadi job creators maupun job seekers dan mengambil peran dalam pembangunan pertanian Indonesia,” ungkap Angga Tri AP.

Perkuat Kolaborasi
Pada kesempatan tersebut, Kementan memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi terbaik dari masing-masing kompetensi keahlian. Queensha Rizqita Azzahra menjadi lulusan terbaik ATPH, Muhammad Ridho Rizky Akbari lulusan terbaik ATP dan Naodya lulusan terbaik APHP.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, Muhammad Amin, menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan strategis dalam pembangunan pertanian masa depan.

“Pelepasan dan pengukuhan merupakan bagian dari strategi Kementan dalam menunjukkan kepada para stakeholders bahwa pendidikan vokasi pertanian mampu mencetak SDM pertanian yang andal, profesional dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, SMK-PP Negeri Banjarbaru juga memperkuat kolaborasi dengan dunia kerja melalui penandatanganan kerja sama bersama enam mitra strategis yakni Crop Fresh Banjarbaru, CV Jaya Mandiri, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru, Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan dan CV Jaya Mandiri Bakti.

Kegiatan pelepasan turut dimeriahkan dengan Pameran Produk hasil karya siswa dari masing-masing kompetensi keahlian, produk penerima manfaat Program YESS, pameran alat dan mesin pertanian (Alsintan) hingga penampilan ekstrakurikuler siswa yang menunjukkan kreativitas dan keterampilan generasi muda pertanian masa kini. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 


 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.

TERKAIT - RELATED