Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya memperkuat regenerasi pertanian melalui pendidikan vokasi, ditempuh oleh SMK-PP Negeri Banjarbaru melalui kerjasama dengan instansi dan mitra swasta selaku industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka) bagi terciptanya lulusan yang kompeten, adaptif dan berdaya saing tinggi sehingga siap kerja dan berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kerjasama ditempuh melalui penandatanganan Memoranda Kesepahaman (MoU) dengan Iduka mencakup pencegahan dan pemberantasan narkoba, pemanfaatan data iklim dan cuaca bagi pertanian, program magang siswa, sinkronisasi kurikulum berbasis industri, pengembangan kompetensi, hingga perluasan peluang kerja bagi lulusan.
Iduka yang dimaksud adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru; Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan (Kalsel); Dinas Pertanian Kabupaten Banjar; PT Indofood CBP Sukses Makmur Tanah Laut; PT Karya Dewi Putra Crop Fresh Banjarbaru; CV Jaya Mandiri Pelaihari dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) P4S Patra Mandiri.
Penandatanganan MoU oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. dengan keenam pimpinan dan perwakilan mitra Iduka pada ´Pengukuhan dan Pelepasan Lulusan´ bagi 82 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di halaman SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (12/5) seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen.
Swasembada Pangan
Langkah dan upaya SMK-PP Negeri Banjarbaru sejalan komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mencetak 2,5 juta petani milenial guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, peningkatan produksi pangan nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul dan didominasi generasi muda produktif.
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting mencetak petani milenial yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. memimpin kegiatan penandatanganan MoU dengan Iduka didampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan.
Penandatanganan MoU dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, perwakilan Pemkot Banjarbaru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Kalsel, UPT Kementan wilayah Kalsel, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), penerima manfaat Program YESS, alumni dan sejumlah mitra kerja lainnya.
Angga Tri A.P. mengatakan MoU dengan BNN Kota Banjarbaru, bertujuan mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba.
"MoU dengan Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel berupa sinergi
dengan BMKG untuk memperkuat edukasi pemanfaatan data iklim dan cuaca mendukung sektor agroklimatologi," katanya.
Kolaborasi Strategis
Angga Tri A.P. menambahkan, Kementan juga menggandeng Iduka yakni Dinas Pertanian Kabupaten Banjar; PT Indofood CBP Sukses Makmur Tanah Laut; PT Karya Dewi Putra Crop Fresh Banjarbaru; CV Jaya Mandiri Pelaihari dan P4S Patra Mandiri di Kalsel.
"Kerjasama tersebut mencakup penguatan pendidikan vokasi melalui program magang siswa, sinkronisasi kurikulum berbasis industri, pengembangan kompetensi, hingga perluasan peluang kerja bagi lulusan," ungkapnya lagi.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan menilai kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, dunia industri, dan pemerintah.
“Melalui kerja sama tersebut, siswa diharapkan memiliki kompetensi teknis pertanian juga integritas, pengalaman industri dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” katanya.
Lulusan Berprestasi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengapresiasi 82 siswa kelas XII SMK-PP Negeri Banjarbaru Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100%.
Angga Tri A.P. menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswanya yang tidak hanya lulus secara akademik, juga memiliki kompetensi profesional di bidang pertanian.
“Hari ini kami mengukuhkan dan melepas 82 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Mereka tidak hanya dibekali ijazah, juga sertifikat kompetensi profesi bidang pertanian sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia usaha,” katanya.
Ke-82 lulusan terdiri atas 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dan 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) mencatat sejumlah prestasi lanjutan pendidikan dan penyerapan kerja.
Sebanyak 13 lulusan diterima perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 setelah lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Sebanyak 17 lulusan melanjutkan pendidikan tinggi vokasi pertanian lingkup Kementan yakni Polbangtan Bogor tiga lulusan, PEPI Serpong (2), Polbangtan Malang (3), Polbangtan YoMa (9) sementara enam lulusan diterima bekerja pada sektor pertanian.
“Kami berharap para lulusan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjadi job creators maupun job seekers dan mengambil peran dalam pembangunan pertanian Indonesia,” ungkap Angga Tri AP. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.