Kota Bogor, Jabar (B2B) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan penyerapan gabah hasil panen pada lahan produktivitas Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang digarap oleh kelompok tani (Poktan) Dewi Sri dari Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor pada Senin (9/3).
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan penyerapan gabah hasil panen, merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
Langkah Polbangtan Bogor sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis, untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik serta memberikan kepastian harga di tingkat petani.
“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memastikan hasil produksi petani terserap optimal. Kolaborasi lembaga pendidikan, petani dan Bulog tersebut menjadi contoh nyata penguatan sistem pangan nasional,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, pemanfaatan lahan pendidikan untuk kegiatan produksi bersama petani merupakan bagian dari pembelajaran vokasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Polbangtan tidak hanya menjadi tempat belajar bagi mahasiswa, juga hadir memberikan solusi dan manfaat nyata bagi petani," katanya.
Melalui kolaborasi dengan kelompok tani, kata Kabadan, mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan lahan tersebut merupakan lahan produktivitas milik Polbangtan Bogor yang dalam pengelolaannya melibatkan kelompok tani setempat.
"Melalui kerja sama ini, lahan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana praktik dan pembelajaran bagi mahasiswa, juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan budidaya padi," katanya.
Gabah yang dipanen dari lahan tersebut, ungkap Yoyon Haryanto, kemudian diserap oleh Bulog sesuai ketentuan yang berlaku. Penyerapan diharapkan membantu menjaga harga gabah di tingkat petani serta mendukung ketersediaan cadangan pangan pemerintah.
Dia menambahkan, sinergi institusi pendidikan vokasi pertanian, petani dengan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Lahan produktivitas Polbangtan Bogor kami manfaatkan tidak hanya sebagai sarana praktik mahasiswa, juga untuk mendukung kegiatan produksi bersama masyarakat," ungkap Yoyon Haryanto.
Dengan adanya penyerapan gabah oleh Bulog, katanya lagi, diharapkan petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang baik.
Yoyon Haryanto menambahkan, kolaborasi Polbangtan Bogor, Poktan Dewi Sri dan Bulog menunjukkan sinergi antara institusi pendidikan vokasi pertanian, petani dan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Selain menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani di sekitar kawasan kampus," katanya. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.