Polbangtan Bogor Gelar Bimtek LAM PTIP, Perkuat Kesiapan Akreditasi Unggul
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jum'at, 13 Maret 2026
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Bimtek menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat kesiapan dokumen dan memastikan civitas akademika memahami standar akreditasi LAM PTIP.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi pertanian melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) LAM PTIP yang digelar oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM) Polbangtan Bogor di Aula kampus setempat pada Senin (2/3). 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Bimtek LAM PTIP berlangsung lancar dan penuh antusias yang dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh dosen serta tenaga kependidikan dari Jurusan Pertanian dan Peternakan.

Kegiatan Bimtek sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman. 

“Perguruan tinggi vokasi pertanian harus terus memperkuat kualitas akademik, tata kelola, serta kompetensi lulusan. Akreditasi unggul bukan hanya capaian administratif, tetapi bukti nyata bahwa institusi mampu menghasilkan SDM pertanian yang profesional dan siap menjawab tantangan sektor pertanian ke depan,” katanya..

Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan sistem penjaminan mutu merupakan langkah strategis dalam memastikan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus meningkat. 

Polbangtan Bogor
Hadir sebagai narasumber Bimtek adalah asesor LAM PTIP, Mais Ilsan, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai standar akreditasi, strategi peningkatan mutu, serta berbagai aspek penting dalam mempersiapkan proses akreditasi perguruan tinggi. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan melalui kegiatan Bimtek, para dosen dan tenaga kependidikan dapat memahami secara komprehensif standar yang ditetapkan oleh LAM PTIP, sehingga proses peningkatan mutu dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

"Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan banyak wawasan strategis bagi peserta dalam memahami indikator penilaian serta penguatan tata kelola akademik," katanya.

Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret institusi dalam mempersiapkan akreditasi unggul bagi seluruh program studi. 

“Bimtek menjadi momentum penting bagi kami untuk menyamakan persepsi, memperkuat kesiapan dokumen, serta memastikan seluruh civitas akademika memahami standar akreditasi LAM PTIP," katanya.

Harapannya, ungkap Yoyon Haryanto, Polbangtan Bogor dapat meraih akreditasi unggul sebagai wujud komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik.

Melalui kegiatan ini, katanya lagi, Polbangtan Bogor diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi serta terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 


 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED