Survei Lokasi CSR Batanghari, Desa Singkawang Dinilai Strategis Dukung Ketahanan Pangan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jum'at, 13 Maret 2026
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto (kanan) koordinasi di lapangan dengan Tenaga Ahli Mentan, Hendri Sosiawan dan Kepala Balai Besar Riset dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Jambi pada lokasi CSR di Kabupaten Batanghari, Jambi.

 

Batanghari, Jambi (B2B) - Rangkaian agenda survei pengecekan lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada Kamis (5/3) terus berlanjut sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi padi nasional.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi dan Inovasi Pengelolaan Irigasi, Hendri Sosiawan, bersama Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dan Kepala Balai Besar Riset dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Jambi melakukan peninjauan ke lokasi ketiga di Desa Singkawang, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR merupakan salah satu langkah konkret pemerintah, untuk memperluas areal tanam dan memperkuat produksi pangan nasional.

“Pemerintah terus mendorong percepatan perluasan lahan sawah produktif melalui program Cetak Sawah Rakyat. Setiap potensi lahan yang layak akan kita optimalkan agar mampu meningkatkan produksi padi dan mendukung target swasembada pangan nasional,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam proses survei hingga pengembangan lahan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Dukungan serupa dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa pengembangan lahan sawah baru juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus praktik lapangan bagi insan pertanian, termasuk penyuluh dan generasi muda pertanian. 

“Program CSR tidak hanya fokus pada perluasan lahan, tetapi juga memastikan pengelolaan pertanian dilakukan secara optimal melalui pendampingan teknis dan penguatan kapasitas SDM pertanian di daerah,” jelas Santi.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan peninjauan lokasi difokuskan pada lahan seluas 1,2 hektar yang diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan areal tanam padi baru di wilayah tersebut. 

"Meskipun memiliki luasan yang relatif lebih kecil dibandingkan titik sebelumnya, Desa Singkawang dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di tingkat desa," katanya.

Yoyon Haryanto mengatakan bahwa hasil peninjauan menunjukkan lokasi di Desa Singkawang memiliki potensi untuk segera ditindaklanjuti dalam tahap pengembangan. 

“Dari hasil pengecekan lapangan, lahan yang ditinjau memiliki kelayakan teknis untuk dikembangkan menjadi areal tanam padi," katanya lagi.

Meski luasannya tidak besar, ungkap Yoyon Haryanto, namun lokasinya strategis dan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan produksi pangan di tingkat desa.

Kunjungan di Desa Singkawang sekaligus menutup rangkaian survei lapangan di Kecamatan Muara Bulian pada hari tersebut. Secara umum, seluruh titik lokasi yang ditinjau dinilai memiliki kelayakan teknis untuk diproses lebih lanjut dalam program percepatan swasembada pangan nasional.

Melalui program Cetak Sawah Rakyat, pemerintah berharap potensi lahan yang tersedia dapat segera dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung tercapainya kemandirian pangan Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 


 

Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED