Hilirisasi Peternakan, UPT Pelatihan Kementan Dorong Penguatan Kelembagaan di Banten
West Java`s Cinagara Livestock Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jum'at, 30 Januari 2026
BBPPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty sebagai keynote speaker pada Forum Rakor Pertanian, Kelembagaan Pertanian dan Peternakan yang digelar oleh Dinas Pertanian Kota Serang.

Serang, Banten (B2B) - Penguatan kelembagaan pertanian dan peternakan menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani serta peternak. 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa kelembagaan yang kuat tidak hanya memperkuat koordinasi program, juga memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan efektivitas pelaksanaan kebijakan di daerah.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM pertanian merupakan kunci utama dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

"Kelembagaan yang kuat akan mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat posisi petani dan peternak dalam rantai nilai," katanya.

Mentan mengingatkan, pembangunan pertanian harus berbasis pada penguatan SDM dan kelembagaan. P4S dan berbagai kelembagaan petani harus terus didorong agar mampu menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa sinergi antara balai pelatihan, pemerintah daerah, dan kelembagaan petani merupakan strategi penting dalam mempercepat pembangunan SDM pertanian yang unggul.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan P4S, diharapkan lahir petani dan peternak yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.

BBPKH Cinagara

Sejalan dengan hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus menunjukkan kontribusinya dalam pembentukan dan penguatan kelembagaan pertanian dan peternakan di Provinsi Banten. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif BBPKH Cinagara pada Forum Rapat Koordinasi Bidang Pertanian, Kelembagaan Pertanian dan Peternakan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Serang.

Kegiatan yang berlangsung di Dinas Pertanian Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa, (27/01/2026) ini menghadirkan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, sebagai salah satu narasumber.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyinergikan program lintas sektor dalam rangka memperkuat pembangunan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Inneke Kusumawaty menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM pertanian dan peternakan sebagai fondasi utama pembangunan sektor tersebut. 

"SDM yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci dalam menjawab tantangan pertanian modern," katanya.

Model Kelembagaan

Selain itu, Inneke Kusumawaty juga menyoroti pentingnya penumbuhkembangan kelembagaan pertanian dan peternakan, khususnya melalui penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). 

"P4S dinilai sebagai model kelembagaan yang efektif dalam mempercepat transfer pengetahuan, keterampilan, dan inovasi kepada petani dan peternak di tingkat tapak," katanya lagi.

Penguatan P4S, ungkap Inneke Kusumawaty, perlu dilakukan dengan melibatkan petani-petani milenial yang memiliki semangat inovasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian dan peternakan. 

Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan dan petani milenial akan melahirkan berbagai inovasi yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing.

Inneke Kusumawaty mengingatkan, melalui partisipasi aktif dalam forum koordinasi ini, BBPKH Cinagara diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya, guna mendorong terwujudnya kelembagaan pertanian dan peternakan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Provinsi Banten. [yudi/timhumas bbpkh cinagara]

 

 

 

 

 

 

 

 


Serang of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED