Dukung Swasembada Pangan, Kementan Tegaskan Peran Strategis UPT Pelatihan
West Java`s Cinagara Livestock Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kamis, 29 Januari 2026
BBPPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty [ke-5 kiri] apresiasi kunjungan kerja Kapuslat Tedy Dirhamsyah [tengah] bagi pembinaan pegawai dan penguatan kinerja organisasi.

Bogor, Jabar (B2B) - Pembinaan pegawai merupakan aspek penting dalam mendukung penguatan kelembagaan dan organisasi, khususnya memastikan tata kelola yang efektif, profesional, dan berorientasi pada kinerja. 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu membangun budaya kerja yang disiplin, adaptif, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan pertanian nasional.

Langkah tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penguatan SDM pertanian, termasuk di bidang kesehatan hewan, merupakan kunci utama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan. 

"Pelatihan yang berkualitas akan melahirkan SDM yang kompeten, profesional, dan siap menjawab tantangan global," katanya.

“Pembangunan pertanian yang kuat harus ditopang oleh SDM yang unggul. Oleh karena itu, balai-balai pelatihan, termasuk BBPKH Cinagara, memiliki peran strategis mencetak tenaga kesehatan hewan yang andal untuk mendukung swasembada pangan asal hewan,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa pembinaan pegawai dan penguatan kelembagaan UPT merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPPSDMP 

Kabadan menekankan pentingnya peran Widyaiswara dan dokter hewan sebagai ujung tombak peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“Dengan dukungan widyaiswara yang kompeten, dokter hewan profesional, serta seluruh unsur kepegawaian yang disiplin, BBPKH Cinagara diharapkan terus tumbuh dan berkembang menjadi rujukan pelatihan kesehatan hewan, baik nasional maupun internasional,” katanya.

BBPKH Cinagara

Tekad dan komitmen tersebut dikemukakan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty pada Rabu (28/1) saat menerima kunjungan kerja Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan (Puslatan) Tedy Dirhamsyah dalam rangka pembinaan pegawai serta penguatan kinerja organisasi BBPKH Cinagara.

Dengan adanya kunjungan kerja dan pembinaan ini, ungkap Inneke Kusumawaty, BBPKH Cinagara bertekad dan berkomitmen mampu menjalankan perannya secara optimal mendukung pembangunan SDM pertanian, khususnya di bidang kesehatan hewan, sejalan kebijakan dan arah pembangunan pertanian nasional.

Kapuslat Tedy Dirhamsyah menegaskan kunjungan kerja bertujuan memberikan arahan strategis dan pembinaan langsung kepada seluruh pegawai, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi BBPKH Cinagara berjalan selaras dengan kebijakan serta program Puslatan BPPSDMP.

Kegiatan kunjungan kerja dihadiri oleh jajaran manajemen BBPKH Cinagara, Widyaiswara dan seluruh pegawai.

Budaya Kerja

Dalam arahannya, Kapuslat Tedy Dirhamsyah menekankan pentingnya peningkatan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan kesehatan hewan yang berkualitas dan berdaya saing. 

"BBPKH Cinagara perannya sangat strategis sebagai satu-satunya balai besar pelatihan kesehatan hewan di Indonesia, sehingga dituntut untuk terus berinovasi dan menjaga mutu layanan pelatihan," katanya.

Pembinaan pegawai bukan hanya terkait kepatuhan terhadap aturan, ungkap Tedy, juga bagaimana membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.

Selain pembinaan pegawai, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pelatihan, termasuk sistem penjaminan mutu pelatihan, pengelolaan sumber daya manusia, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendukung.

Pacu Motivasi

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan serta pembinaan langsung dari Kapuslat.

Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme.

Inneke Kusumawaty, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan langsung dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Arahan tersebut menjadi penguat bagi BBPKH Cinagara memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kinerja kelembagaan secara berkelanjutan.

Penguatan kapasitas widyaiswara dan dokter hewan menjadi prioritas utama. Penguatan SDM tersebut diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan hewan sekaligus menopang program swasembada pangan asal hewan nasional.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap kinerja BBPKH Cinagara semakin optimal dan profesional, dengan pengelolaan waktu dan sumber daya yang lebih efektif,” ungkap Inneke Kusumawaty. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 


Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

TERKAIT - RELATED